Pj Bupati Maybrat Bernhard Rondonuwu Hadiri Pengarahan Presiden Joko Widodo

Jakarta, PilarSulut.com – Pj Bupati Maybrat Provinsi Papua Barat DR Bernhard Rondonuwu menghadiri acara Pengarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Pengendalian Inflasi Daerah, Tindak Lanjut Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Pengarahan ini digelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (29/09). Dan, dihadiri seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, semua Kementerian dan Lembaga, Kapolda, Pangdam, Direksi dan pimpinan BUMN.

Diawali paparan dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam paparannya menyampaikan beberapa hal, strategi pengendalian inflasi yaitu dengan peningkatan operasi pasar, program pangan bersubsidi, peningkatan produksi, perluasan kerjasama antar daerah, mobilisasi dan fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit, pemantauan data secara detail.Kemudian menjelaskan 3 instrumen kebijakan konvergensi program dan perbaikan akurasi pensasaran, antara lain penetapan wilayah prioritas penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2022, 2023 dan 2024, ketersediaan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang padan dengan Dukcapil, pedoman umum bagi kementerian/lembaga/pemerintah daerah dan semu pemangku kepentingan.

Ada enam terobosan aksi afirmasi bangga buatan Indonesia. Digitalisasi pada Integrasi sistem dan kodefikasi data belanja pemerintah, kontrak payung dengan pengandaan laptop dalam negeri, kartu kredit pemerintah domestik, strategi pengurangan impor, freezing produk impor, platform pengadaan nasional.
Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan semua harus kompak dari provinsi, kabupaten/kota untuk mengatasi inflasi, juga kementerian lembaga, seperti kita menanggapi Covid-19.

Dikatakan Jokowi, Indonesia fiscal dan monetary harus berjalan beriringan tanpa intervensi dari bank Indonesia. Tapi yang lebih penting adalah mencegah kenaikan barang dan jasa yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Menjelaskan dampak dan imbas terhadap kenaikan harga pangan, dan kolaborasi antara petani (produsen) dengan pemerintah. Kenaikan harga pangan salah satunya adalah karena kurangnya produksi sehingga terjadi kelangkaan di pasar.

Ini bisa disiasati dengan menggerakan petani untuk bertanam, atau dengan subsidi ongkos distribusi. Kemudian berkaitan dengan penggunaan produk buatan Indonesia. Tindak lanjut dari afirmasi bangga buatan Indonesia. Manfaatkan UMKM dan koperasi. Jokowi juga menghimbau kepala daerah untuk membimbing UMKM, agar memasukan produknya ke ekatalog.

“Ajak masyarakat kita untuk datang ke wisata dalam negeri Indonesia. Untuk menghindari defisit, Indonesia mempunyai banyak sekali objek wisata,” kata Jokowi.

Selanjutnya, terkait kemiskinan ekstrem, di daerah di Indonesia sudah ada. Makanya, Presiden Jokowi menghimbau untuk segera mengerahkan bantuan dengan tepat sasaran. (*)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

HUT KORPRI Ke-51, Gubernur Olly Dondokambey Canangkan Gerakan Marijo Bakobong dan ASN Menanam

Manado, PilarSulut.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey menjadi Inspektur Upacara dalam rangka HUT ke-51 Korps Pegawai …