Wagub Kandouw Dampingi Kunker Menteri PPPA Bintang Puspayoga di Sulut

Manado, PilarSulut.com – Kesekian kalinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, kembali melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara.

Agenda kali meresmikan WINStore dan WINKitchen, sebuah wadah untuk memfasilitasi sekaligus meningkatkan kompetensi para perempuan pelaku usaha atas inisiasi Womenpreneurs Indonesia Networks (WIN) di Manado, Sulawesi Utara.

Menteri didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Ibu Gubernur Rita Dondokambey-Tamuntuan dan Ibu Wagub dr Devi Tanos.

WINStore dan WINKitchen merupakan sebuah langkah strategis dalam upaya pemberdayaan perempuan secara ekonomi serta peningkatan kualitas keluarga, sekaligus membantu pengolahan produk dan pemasaran.

Dalam acara tersebut, Menteri PPPA juga ikut didampingi Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny N. Rosalin, merupakan salah satu Pengurus WIN.

Menteri PPPA mengemukakan bahwa perempuan memiliki potensi dan peran luar biasa dalam sektor ekonomi, terutama pengelolaan dan kepemilikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM juga memiliki peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Kehadiran WINStore dan WINKitchen serta program-program pemberdayaan perempuan, diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai isu yang menjadi penghalang dalam memberdayakan perempuan secara komprehensif, dimulai dari ketahanan ekonomi, hingga peningkatan kualitas keluarga, dan lingkungannya. Meskipun perempuan memiliki potensi luar biasa pada sektor ekonomi, kesenjangan masih kerap dialami oleh perempuan. Dari kesenjangan dalam hal akses, partisipasi, kontrol, serta menikmati manfaat pembangunan masih dirasakan oleh perempuan. Karenanya, pemberdayaan perempuan secara ekonomi tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh pendapatan semata, tetapi juga alat untuk memerdekakan diri dari jerat kekerasan dan diskriminasi yang mengikat perempuan” ujar Menteri PPPA.

Menteri PPPA menuturkan, perempuan yang berdaya secara ekonomi juga akan turut serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Perempuan dapat memberikan nutrisi dan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Kesejahteraan juga meminimalisir potensi kekerasan, praktek-praktek eksploitasi anak untuk membantu perekonomian, bahkan perkawinan anak yang acapkali dijadikan solusi untuk lepas dari beban akibat kemiskinan. Hal tersebut menurut Menteri PPPA juga berkaitan erat dengan penurunan dan pencegahan stunting sebagaimana prioritas pemerintah lainnya.

Lebih lanjut, Menteri PPPA menyampaikan bahwa ketimpangan yang dirasakan oleh perempuan bukan disebabkan oleh karena perempuan lemah ataupun tidak kompeten, melainkan akibat dari konstruksi sosial patriaki yang telah melekat dan mengakar selama berabad-abad, yang membuat masyarakat memandang posisi perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki.

“Mendukung kesetaraan dan pengarusutamaan gender adalah kewajiban, bukan pilihan. Dengan begitu, menjadi tugas kita bersama lah untuk dapat mengkonstruksi ulang pandangan yang salah tersebut, tidak hanya karena potensi perempuan yang merupakan kekuatan untuk mencapai kemajuan bangsa, tetapi juga merupakan hak asasi manusia,”tandas Menteri PPPA.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam mempromosikan kesetaraan gender di dalam berbagai macam aspek kehidupan, Presiden Joko Widodo memberikan mandat kepada KemenPPPA untuk menuntaskan isu-isu prioritas melalui 5 (lima) Arahan Presiden dimana “peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berspektif gender”menjadi hulu dari 5 (lima) Arahan Presiden.

Arahan Presiden tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam agenda pembangunan Indonesia ke depan serta upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan.

“Untuk mencapai tujuan bersama yaitu ketahanan ekonomi bagi perempuan dan kesetaraan gender, tentunya tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Mari kita bersinergi dan berkolaborasi antar instansi, organsiasi, dan juga negara, serta saling bergandengan tangan, mengesampingkan ego masing-masing, untuk mencapai satu tujuan yang sama, yaitu perempuan yang tangguh, berdaya dan mandiri, apapun kondisinya,” jelas Menteri PPPA. (*/Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Percepat Realisasi APBD, Kemendagri Ingatkan Daerah Jangan Ragu Lakukan Lelang Dini

Palangkaraya, PilarSulut.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan pemerintah daerah (pemda) segera mempercepat lelang dini …