Gubernur Olly Sebut GMIM Kuat Hadapi Badai Karena Pertolongan Tuhan

Manado, PilarSulut.com – Perjalanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang telah melintasi masa hingga membilang di usia ke-191, bukanlah hal mudah. Ada badai taufan yang menghadang.

“Kalau GMIM tetap kuat dan dapat melewati tantangan yang silih berganti sampai hari ini, semua karena pertolongan Tuhan Yesus Kristus,” ungkap Gubernur Olly Dondokambey saat menyampaikan pesan di momentum Ibadah Agung HUT ke-191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM yang digelar di lapangan KONI Manado, Senin (14/6/2022).

Perayaan HUT yang mengusung tema ‘Beritakanlah Injil Kepada Seluruh Makhluk’, memberikan semangat kepada seluruh warga gereja GMIM, khususnya diaken, penatua, vikaris dan pendeta untuk mengandalkan Tuhan dan tetap berdoa.

“Mari kita semua tetap semangat melayani Tuhan. Junjung tinggi akan apa yang sudah kita dapati dan pelajari, agar GMIM semakin kuat,” tukasnya.

Selain itu, Olly juga meyampaikan bahwa saat ini, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan GMIM mengalami pertumbuhan pesat. Hanya saja yang perlu disikapi adalah kurangnya jumlah murid.

“Setelah dicek sekolah TK dan SD GMIM saat ini, kekurangan murid. Tetapi semangat membangun sekolah terus bertambah. Ini yang perlu disikapi, semangat membangun harus dibarengi dengan semangat mengisi ruang kelas,” tandasnya sembari menambahkan atas nama pemerintah dan Ketua PGI Gomar Gultom mengucapkan selamat HUT ke-191 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM.

“Ini menjadi harapan ke depan kegiatan pendidikan bagi umat Kristen di Sulut dapat diteruskan. Atas nama pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada PKB GMIM yang rajin menanam sehingga ekonomi Sulut tumbuh pesat karena program bakobong,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua BPMS GMIM, Pdt Dr Hein Arina MTh dalam kotbahnya yang mengutip Firman Tuhan dari Lukas 12: 54-59 menyampaikan bahwa totalitas pelayanan para diaken, penatua, guru agama dan vikaris menjadi kekuatan GMIM.

“Peran mereka sangat strategis. Terutama di kolom-kolom. Siang malam berdoa, bahkan memberi diri naik turun rumah melayani. Di kampung-kampung, pulau-pulau melayani Tuhan tanpa kenal lelah,” katanya.

Pada tahun 2020, yang merupakan tahun pertama terjadi pandemi Covid-19, GMIM telah mengangkat 700 orang vikaris. Dan tahun ini bertambah 300. “Akan kondisi ini jemaat menyambutnya dengan sukacita. Mereka adalah benteng dan kekuatan GMIM yang akan menjaga dan melindungi. Mereka juga sebagai gembala,” tukasnya sambil menambahkan bahwa taburan benih penginjilan Ridel dan Schwarz terus bertumbuh sampai saat ini, karena penyertaan Tuhan.

Arina juga memberikan apresiasi atas SDM para diaken, penatua, pendeta dan vikaris yang memiliki kemampuan luar biasa, yakni mampu membaca keadaan zaman secara akurat.

“Melalui bagian Alkitab ini, bagaimana kita mengenal zaman. Pertama harus rajin baca Alkitab, kedua setia berdoa dan ketiga giat bekerja serta menumbuhkan etos kerja,” tandasnya.

Di sisi lain, Arina sangat prihatin dengan berkurangnya jumlah Anak Sekolah Minggu (ASM) yang dalam waktu empat tahun telah berkurang 7 ribu. Yakni sesuai sensus ASM 135 ribu, saat ini tinggal 128 ribu.

Untuk itu, Pdt Arina mengimbau agar warga GMIM dapat meningkatkan jumlah kelahiran.

Turut hadir, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw, jajaran Forkopimda dan pejabat bupati dan walikota, Ketua Panitia Irene Angouw-Pinontoan jajaran BPMS GMIM dan seluruh diaken, penatua, pendeta dan vikaris. (*)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Wagub Kandouw Dampingi Kunker Menteri PPPA Bintang Puspayoga di Sulut

Manado, PilarSulut.com – Kesekian kalinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, kembali melakukan …