Lonjakan Kasus Covid-19 di Kebiasaan Baru, Penanganan Tetap Prioritas

Lonjakan Kasus Covid-19 di Kebiasaan Baru, Penanganan Tetap Prioritas

Manado, PilarSulut.com – Dalam beberapa hari terakhir ini, jumlah terkonfirmasi positif covid-19 merupakan angka peningkatan signifikan. Hal ini tentu menjadi tanda awas untuk tetap waspada, menyusul masa adaptasi kebiasaan baru, dimana aktifitas pemulihan perekonomian baru dimulai.

Pemprov Sulut dibawah Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) dalam masa pandemi ini, mengatakan bahwa
penanganan covid-19 secara intens dikawal.

Dengan demikian jika ada suara-suara yang
mengatakan Pemerintah mulai abai dalam melakukan penanganan pandemi secara setengah-setengah, itu tidak benar.

Justru penangan Covid -19 adalah Prioritas dan tidak tergeserkan dimana Gugus tugas setiap kebijakan yang diambil, selalu berkoordinasi dengan kab/kota. Bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur tidak pernah lupa memikirkan setiap kebutuhan warga Sulawesi Utara secara menyeluruh, termasuk strategi yang dikembangkan dalam rangka penangkal virus corona memasuki adaptasi kebiasaan baru.

Ungkap Kadis Kominfo Persandian dan Statistik Christiano Talumepa melalui Kabid Kominfo Publik Dra. Ivonne R.J Kawatu. (Minggu/12/07/2020).

Pemprov Sulut sambung Kawatu, diawal adaptasi kebiasaan baru ini, tidak memberikan kelonggaran dalam penangan covid-19 melainkan terus memantau langsung, setiap perkembangan yang ada, bersama perangkat daerah dan semua terkait, secara optimal bergerak cepat tanpa hentinya.

Hidup ini harus berjalan, sebagaimana dikatakan Gubernur ketika aktivitas pelaksanaan ekonomi dibuka tentu ada income bagi pelaku usaha dalam mempekerjakan pekerja yang juga perlu penghidupan untuk kehidupan keluarganya, sehingga dalam menggairahkan kembali perekonomian yang ada, di perlukan pengunjung disana.

Walaupun demikian ada tetapinya, kata Pak Gubernur sama-sama harus patuh dalam menjalankan aturan Pemerintah dan Protokol Kesehatan secara ketat, tidak di kecualikan semuanya diberlakukan sama, baik pelaku usaha, pekerja maupun pengunjung.

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw selalu mengingatkan pandemi masih berlangsung, bahkan akhir-akhir ini secara signifikan berkelipatan meningkat, sehingga masyarakat harus mampu beradaptasi diri dalam kebiasaan baru, untuk tidak lalai dalam menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak dan tidak berlama lama atau nongkrong di satu tempat.

Walaupun demikian menurut Olly Dondokambey, semuanya tergantung pilihan kita, dalam memilih dan memilah mana yang boleh dan mana yang tidak, karena Pemerintah Provinsi sudah berupaya, bahkan telah ditetapkan Pergub Provinsi Sulawesi utara nomor 44 tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman covid-19.

Seiring sejalan Gubernur dan wakil Gubernur dengan bijak memikirkan tugas lainnya yang harus dicapai termasuk Pemilukada, dimana oleh KPU tahapannya sementara berlangsung.

“Dan disela-sela kesibukan Gubernur Olly
Dondokambey mengajak masyarakat untuk
mensukseskan Pemilukada yang saat ini dalambtahapan Pendataan Pemilih. Juga mengajak kepada pemilih agar dapat terlibat aktif mengecek apakah sebagai pemilih sudah terdaftar ataukah belum terdaftar, ini sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti pesta demokrasi,” sambung Kawatu.

Dan diingatkan bahwa tahapan pembentukan PPDP dan COKLIT sedang berlangsung sejak tanggal 24b juni s/d 13 agustus 2020. Pastinya Gubernur dan Wakil Gu bernur akan disibukkan oleh berbagai hal, apalagi di tahun politik ini, ada beberapa peran tugas yang di jalani sebagai pemprov, gugus tugas, politik, bahkan sebagai pribadi.

“Dengan demikian ketika pak Olly dan Pak
Steven membagi rasa untuk menuai dukungan dan simpatisan bahkan mencari simpatik demi mewujudkan kemenangannya hal itu sah-sah saja. Begitu juga ketika sebagai pribadi dalam lingkup keluarga Dondokambey Tumuntuan dan keluarga Kandouw Tanos mau mewujud nyatakan kasih dalam berbagi dengan sesama yang berkekurangan dan berhak menerimanya, hal itu juga adalah sah sah saja sepanjang ketika berpolitik tidak terselip atribut pemerintah ataupun sebaliknya ketika dalam pemerintahan tidak terselip memakai kendaraan partai politik maka hal itu tidak perlu dipersoalkan sehingga perlu di garis bawahi sepanjang peran yang dilakukan tidak di campur adukan, maka semuanya itu wajar dan sah-sah saja,” kunci Kawatu. (*/Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *