Headline

Berlanjut, Hari Ini Pemprov Sulut Kembali Buka Dapur Umum, Salurkan Bantuan ke Masyarakat

Berlanjut, Hari Ini Pemprov Sulut Kembali Buka Dapur Umum, Salurkan Bantuan ke Masyarakat

Manado, PilarSulut.com – Hari kedua dapur umum Pemprov Sulut melalui Dinas Sosial digelar Minggu 5 April 2020. Penyaluran dilaksanakan oleh Kadis Sosial dr Rinny Tamuntuan dibantu para kepala bidang dan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Sulut.

“Dapur umum ini digelar untuk membantu warga yang berprofesi sebagai tukang ojek baik yang di pangkalan, maupun ojek online, sopir angkutan kota dan sopir angkutan antar kota bahkan karyawan swalayan, dan bagi mereka yang tetap harus bekerja dan mencari nafkah di luar rumah,” ungkap dr Rinny kepada wartawan.

Pemprov Sulut telah mengerahkan semua upaya, daya dan dana, untuk membantu warga yang harus bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama keluarganya.

Diketahi, sebelumnya Pemprov juga telah melakukan pembagian sembako berupa beras dan daging ayam kepada para tukang ojek pangkalan dan ojek online di Kantor Gubernur pada Jumat 3 April. Pada Sabru 4 April kemarin Dinsos juga membuka dapur umum dan menyediakan sebanyak 3000 paket makanan siap saji dan menyalurkanya di beberapa titik di Kota Manado dan hari ini, Minggu 5 April Pempeov kembali membuka dapur umum.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut dr. Rinny Tamuntuan pada kesempatan itu menyampaikan ini merupakan bentuk kepedulian dari bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang begitu perduli pada masyarakat yang terdampak dengan adanya wabah virus Corona ini.

“Dengan keperdulian bapak Gubernur dan Wakil Gubernur selain beberapa waktu lalu kami sudah membagikan Sembako saat ini kami juga membagikan makanan siap saji bagi segenap penti-panti, tukang ojek dan para buruh yang ada dipelabuhan serta Pemulung,” terang dr. Rinny.

Menurut dr. Rinny pembagian makanan siap saji ini akan diberikan kepada masyarakat dengan mengunjungi secara langsung tempat-tempat atau pabgkalan tukang ojek, Panti Asuhan serta buruh pelabuhan,

“Hal ini memang tidak kami informasikan pada masyarakat, tetapi sebaliknya kami yang mendatangi mereka secara langsung untuk mememinimalisir kerumunan masa,” tutur dr. Rinny. (Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *