Komitmen Berikan Pelayanan Prima, BPJS Kesehatan Berikan Kebebasan Peserta Turun Kelas

Manado, PilarSulut.com – Per 1 Januari 2020 mendatang, kenaikan Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai diberlakukan. Untuk itu dalam memberikan pelayanan yang prima bagi seluruh peserta
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) diseluruh Indonesia, tak terkecuali di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), maka BPJS Kesehatan memberikan kebebasan kepada seluruh peserta untuk mau turun atau naik kelas.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado dr Prabowo, saat media gathering dan diskusi terbuka dengan insan pers dan instansi-instansi terkait se Sulut di salahsatu hotel ternama di Manado, Senin (16/12/2019) pagi.

Bagi peserta yang mau turun kelas, BPJS memberikan kemudahan lewat program praktis. Adapun program Praktis ini memiliki lima syarat utama.

Pertama, berlaku bagi peserta yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2020, kedua, perawatan dapat turun dua tingkat dari kelas perawatan sebelumnya. Misalnya dari kelas 1 ke kelas 3. Ketiga, kesempatan untuk perubahan/penurunan kelas perawatan diberikan satu kali dalam periode 9 Desember 2019 sampai 30 April 2020.
Keempat, diberlakukan untuk 1 keluarga bagi sudah terdaftar dan kelima, peserta yang menunggak iuran tetap dapat mengajukan turun kelas, namun status kepesertaan BPJS Kesehatan masih tidak aktif sampai tunggakan iuran dibayarkan. Juga diperkenalkan kanal layanan perubahan kelas rawat meliputi: Aplikasi Mobile JKN: Peserta membuka Aplikasi Mobile JKN dan klik menu ubah data peserta lalu masukkan data perubahan.
BPJS Kesehatan Care Center 1500 400: Peserta menghubungi Care Center dan menyampaikan perubahan data peserta dimaksud.

Mobile Customer Service (MCS): Peserta mengunjungi Mobile Customer Service (MCS) pada hari dan jam yang telah ditentukan, mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) dan menunggu antrian untuk mendapatkan pelayanan.

Mall Pelayanan Publik: Peserta mengunjungi Mall Pelayanan Publik, mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP) dan menunggu antrian untuk mendapatkan pelayanan serta Kantor Cabang dan Kantor Kabupaten/Kota: Peserta mengunjungi Kantor Cabang atau Kantor Kabupaten/Kota, mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (FDIP), mengambil nomor antrian pelayanan loket perubahan data dan menunggu antrian.

“Hanya petugas frontliner, tetapi seluruh Duta BPJS Kesehatan setiap harinya secara bergantian ikut melayani peserta secara langsung. Agar program BPJS Kesehatan bisa terus berjalan, tentunya dukungan dari peserta sangat diharapkan. Salah satunya rutin membayar iuran setiap bulannya. Mari kita dukung program ini, jika kita paham prosedurnya, maka tidak akan ada kendala. Dan kita juga harus disiplin membayar iuran agar kepesertaan tetap aktif dan terhindar dari denda pelayanan,” tegas dr Probowo.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado dr Prabowo, bersama Rudi Siahaan, Asisten Deputi Bidang Perencanaan, Keuangan dan Managemen Resiko Kedeputian Wilayah Sulutenggo Malut dan Doni J Saefuddin Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tondano, yang tampil sebagai narasumber juga mensosialisasikan perubahan kelas tidak sulit. Praktis ini dirilis bagi para peserta ingin turun kelas.

Baik dr Prabowo, Rudi Maupun Doni mengatakan, seperti diketahui iuran BPJS Kesehatan akan naik per 1 Januari 2020. Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) / Peserta Mandiri: Kelas 3: naik dari Rp25.500 menjadi Rp42.000 per jiwa; Kelas 2: naik dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 per jiwa; Kelas 1: naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 per jiwa.

Diketahui, khusus Sulut yang sudah tercaver menyentuh angka 2,6 juta. Tetapi terungkap juga jumlah tunggakan hingga saat ini mencapai angka Rp132.934.742.741 dengan rincian penunggak terbesar Manado Rp.38.296.242.890, disusul Minahasa Rp.13.709.199.801 dan di peringkat ketiga Minsel Rp.11.866.407.564. (Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tatap Muka dengan ASN Bolmong, Pjs Gubernur Fatoni Ingatkan Pentingnya Loyalitas, Totalitas dan Militansi ASN

Manado, PilartSulut.com – Pjs Gubernur Sulawesi Utara Agus Fatoni melakukan melakukan tatap muka dengan ASN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *