SMK Yadika Manado Kembali Gelar Ujian Semester Berbasis Smartphone

SMK Yadika Manado Kembali Gelar Ujian Semester Berbasis Smartphone

Manado, PilarSulut.com – Menjawab tantangan pendidikan 4.0, SMK Yadika Manado dibawah pimpinan kepala sekolah Drs David Legi terus bergerak dan membuat berbagai macam inovasi.

Mulai dari menginstruksikan dan mengawasi para guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi, pengelelolaan hasil belajar secara online, absensi Smart Card, serta mengintegrasikan sistem informasi manajemen sekolah dengan teknologi IoT.

Kali ini dengan bermodalkan SDM para guru dan perangkat jaringan yang ada, SMK Yadika Manado laksanakan ujian semester berbasis Smartphone.

Tujuannya ialah agar semua siswa terbiasa dalam pemanfaatan Smartphone dalam proses belajar bahkan ujian.

“Hal ini (ujian semester berbasis Samrtphone) telah kami lakukan sejak tahun lalu. Sekaligus proses uji coba, apakah bisa efisien dan efektif, dan ternyata boleh berjalan dengan baik,” ujar Kajur Teknik Komputer dan Jaringan, Ferdinand Samola.

Lanjut Samola, beberapa waktu lalu tantangan pendidikan dalam proses belajar mengajar ialah bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan komputer atau laptop dalam proses belajar mengajar.

“Namun sekarang ini, dunia pendidikan dihadapkan dengan tantangan bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan Smartphone dan media sosial sebagai media pembelajaran. Kenapa demikian ? Karena inilah kenyataan saat ini, teknologi terus berkembang, efiktifitas dan efisiensi khususnya dalam proses belajar sangat dibutuhkan, dan kita harus bergerak menjawab tantangan tersebut,” jelas Samola.

Hari kedua pelaksanaan ujian semester ganjil berbasis Smartphone, kepala sekolah Drs. David Legi turun langsung dan memantau setiap ruangan ujian.

“SMK Yadika Manado akan terus berproses mengikuti perkembangan khususnya dalam dunia pendidikan. Dan inilah salah satu bukti yang kami lakukan untuk bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman siswa-siswi” ujar Legi.

Diketahui pelaksanaan ujian semester ganjil berbasis Smartphone dilakukan dengan memanfaatkan tujuh ruang ujian dibantu satu orang pengawas dan proktor di setiap ruangan. (*/A Husain)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *