Headline

Bank SulutGo MoU dengan 5 Perusahaan Fintech

Bank SulutGo MoU dengan 5 Perusahaan Fintech

Manado, PilarSulut.com – PT Bank SulutGo melakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan kredit bersama 5 perusahaan Financial Technologi (Fintech). Mereka adalah Akseleran, Investree, Adakami, Fintag dan Pintek.

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan pada Workshop Kerjasama Bank dan Fintech di Era Digitalisasi Ekonomi di Ballroom Four Points by Sheraton Manado, oleh Direktur Operasional Bank SulutGo Welan Palilingan dan Direktur Pemasaran Bank SulutGo Mahmud Turuis, bersama Direksi Fintech, Jumat (02/08/2019).

Dalam pemaparannya Direktur Operasional Bank SulutGo Welan Palilingan optimis bahwa kolaborasi dengan Fintech akan memaksimalkan channeling kredit usaha. Mengingat fintech juga memiliki mekanisme identifikasi untuk assessment borrowers yang berbeda dengan Bank SulutGo yang highly-regulated terhadap peraturan perbankan.

“Dengan berkolaborasi bersama Fintech  jangkauan segmen pembiayaan kredit Bank SulutGo menjadi lebih luas, dimana Investree, akseleran dan akadami akan fokus pada modal usaha, ada juga fintag, dengan pinjaman untuk segmen nelayan. Sementara pintek, memfasilitasi pinjaman untuk pemenuhan biaya pendidikan juga segmentasi lain yang unbankable yang mana Bank SulutGo tidak bisa menjangkaunya, dan dengan resiko yang minim pula, karena fintech lah yang akan melakukan analisa dan mereka punya kredit scoring. Mana yang layak itu yang diserahkan ke kita,” ujar Welan.

Bersamaan dengan itu, direktur Operasional Bank SulutGo Welan Palilingan, Adrian Gunadi CEO Investree menyampaikan, bahwa skema kerja sama Investree dan Bank SulutGo lebih fokus pada pembiayaan bersifat value chain. Dimana captive market lebih seperti event organizer, kontraktor, production house dan usaha-usaha kreatif lainnya. Diharapkan ini kedepannya dapat mengangkat angka portofolio kredit dari Bank SulutGo.

“Mereka yang butuh dana cepat kan, nah agak sulit kalau dilihat dari kacamata bank secara normatif. Yang mana tidak bisa dilakukan assessment sesuai dengan regulasi perbankan dan kita juga pastinya akan membantu untuk mengangkat angka portofolio kerdit Bank SulutGo mencapai targetnya,” ucap Adrian.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pemasaran Bank SulutGo, Mahmud Turuis menyampaikan bahwa kolaborasi ini memperjelas gambaran ekspansi kredit Bank SulutGo di sektor mikro maupun umum.

“Diharapkan, dengan adanya fintech bisa menaikkan angka kredit produktif yang mana sejauh ini porsi kredit produktif kita baru 12 persen, sementara target porsi kredit produktif kita adalah 35 persen,” tutup Mahmud. (*/A Husain)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *