Banner Bawah Utama

Berlangsung di Kantor Gubernur, Tim Ekspedisi APPSI Gali Potensi Unggulan Sulawesi Utara

Berlangsung di Kantor Gubernur, Tim Ekspedisi APPSI Gali Potensi Unggulan Sulawesi Utara

Manado, PilarSulut.com – Tim Ekspedisi Jalur Darat Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Ekspedisi ke 22 dari 34 provinsi yang bakal disambangi ini untuk menggali berbagai potensi komoditas unggulan dan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Ketua Tim Ekpedisi, Kiagus Firdaus mengatakan, melalui ekspedisi ini akan dibuat tabulasi supply-demand berbagai komoditas. Tabulasi ini menjadi pedoman sinergi kerja sama perdagangan antar daerah.

“Tim ini diharapkan bisa mengupas atau mengeksplorasi apa yang dimiliki Sulawesi Utara agar terekspos ke daerah lain seperti potensi pariwisata,” kata Kiagus di Ruang F.J. Tumbelaka, Selasa (6/11/2018) pagi.

Kiagus menuturkan, sejumlah keunggulan Sulut baru diketahuinya setelah menyambangi Sulut. Misalnya, kemajuan sektor pariwisata Sulut usai dibukanya rute penerbangan internasional langsung dari Manado ke sejumlah Kota di China (PP), yakni: Makau, Guangzhou, Changsa, Hongkong, Wuhan, Chengdu, Nanchang, dan Hangzhou.

“Kota-kota di Cina sudah connecting langsung dengan Sulawesi Utara sehingga meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sulawesi Utara. Keunggulan ini nantinya akan APPSI formulasikan dalam buku e-katalog yang bisa dimanfaatkan seluruh pemerintah daerah,” ungkap Kiagus.

Lebih lanjut, Kiagus menerangkan besarnya dukungan pemerintah pusat terhadap Tim Ekspedisi APPSI ke seluruh Indonesia.

“Ketika APPSI melaksanakan misi ini selalu mendapatkan arahan dari pusat. Ekspedisi ini akan memberikan kontribusi besar kepada setiap provinsi,” ucap Kiagus.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang saat membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey, SE memaparkan potensi Sulut kepada Tim Ekspedisi APPSI. Humiang menyebutkan strategisnya posisi geografis Sulut yang terletak di bibir pasifik.

“Sulut berada di jalur perdagangan dunia dan pusat distribusi barang dan jasa serta sangat prospektif untuk perdagangan regional maupun internasional,” kata Humiang.

Selan itu, lanjut Humiang, jumlah penduduk yang mencapai 2,6 Juta Jiwa dapat hidup rukun dan damai dalam kemajemukan baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat.

“Realitas keberagaman ini disyukuri sebagai anugerah, sehingga masyarakat dapat hidup dalam suasana persaudaraan, rukun dan damai,” beber Humiang.

Lebih lanjut, Humiang memaparkan kemajuan sektor pariwisata Sulut yang ditunjang segenap pihak, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota yang senantiasa bergandengan tangan, bahu-membahu, berjuang dan bekerjasama satu sama lain, meningkatkan infrastruktur, memacu aliran investasi, menggalakkan kesadaran masyarakat secara luas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memacu produktivitas masyarakat untuk berani berwirausaha, khususnya di sektor penunjang pariwisata.

“Seperti souvenir dan kuliner, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta mensukseskan brand pariwisata sebagaimana telah ditetapkan, seperti “North Sula We See” yang merupakan ajakan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk melihat potensi, keindahan alam serta keberagaman adat-istiadat, seni dan budaya Sulawesi Utara yang tersebar 11 Kabupaten dan 4 Kota,” imbuh Humiang.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong dan seluruh Tim Ekspedisi Jalur Darat APPSI. (*)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *