Banner Bawah Utama

Hadiri Bursa Inovasi, Yasti Ingat Pengelolaan Dandes

Hadiri Bursa Inovasi, Yasti Ingat Pengelolaan Dandes

Bolmong,PilarSulut.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menggelar Bursa Inovasi Desa, di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II Kecamatan Lolayan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow.

Selain itu, Bupati Bolmong, didampingi Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Yanni Ronny Tuuk, Pimpinan SKPD dan ASN di lingkup Pemkab Bolmong, para Camat, Kepala Desa se Bolmong dan Pendamping Desa.

Dalam sambutannya Bupati Bolmong mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan Bursa Inovasi Desa ini. Apalagi Bolmong paling banyak jumlah desa se BMR  “Pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow oleh BPK dinilai sudah cukup baik. Ini karena Pemkab sudah membagi zona, yaitu zona merah, kuning dan Merah. Memang untuk Bolmong masih terdapat sejumlah Desa yang masuk dalam zona merah namun hal ini terus dilakukan pengawasan serta perbaikan,”Ucap Yasti.

Ia juga berharap, agar Pemdamping Desa supaya dapat memberikan arahan serta masukan kepada Sangadi dan BPD agar semua program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) maupun dari APBD Bolmong bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Saya sangat berharap para tenaga pendamping dapat memberikan masukan yang baik untuk pembangunan sarana dan prasarana pembangunan infrasruktur di desa. Terutama juga dalam mengembangkan kreasi dalam menyusun rencana pembangunan,”Harapnya.

Selain itu, Yasti menjelaskan posisi Inspektora. Menurutnya Inspektorat memiliki kewenangan pengawasan “Inspektorat harus benar benar melakukan pengawasan dilapangan. Jangan sampai Dana desa masuk ke kantong pribadi Kepala Desa. Kalaupun ada temuan berkaitan dengan administrasi segera diperbaiki, intinya saya menginginkan pengelolaan Dandes sesuai dengan kebutuhan Desa,”Jelasnya.

Sementara itu, menurut Kadis DPMD Bolmong Achmad Yani Damopolii mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah pertukaran informasi dan pengetahuan antar desa dalam hal melaksanakan program inovasi desa “Tujuannya untuk mendorong penggunaan dan pemanfaatan Dana Desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui kegiatan inovatif dan produktif,”Kata Achmad Yani Damopolii.

Selain itu Damopolii menerangkan, PID ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMD 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Ada dua komponen utama dalam PID yaitu, pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa dan penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa dengan tujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang lebih berkualitas dari lembaga profesional,”Terangnya. (Advetorial/**)

 

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *