Banner Bawah Utama

Pastikan Sulut Aman, OD-SK Tegaskan Tidak Ada Konflik di Bumi Nyiur Melambai

Pastikan Sulut Aman, OD-SK Tegaskan Tidak Ada Konflik di Bumi Nyiur Melambai

Manado, PilarSulut.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O E Kandouw (OD-SK) memastikan daerah nyiur melambai sulawesi utara yang dipimpinnya saat ini merupakan tempat yang paling aman di indonesia bahkan di tahun 2017 secara nasional Sulut dinobatkan sebagai daerah yang aman dan paling toleran di Indonesi.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw pada acara pembukaan program siswa mengenal nusantara 2018 serta penerimaan siswa Nusa Tenggara Timur (NTT) dan pelepasan siswa Sulawesi Utara di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (07/08/2018).

Program pertukaran siswa guna mengenal nusantara yang diinisiasi oleh PT PLN Sulttenggo ini diapresiasi OD-SK dan mendukung langkah yang dibuat oleh PT PLN bahkan mengsulkan program yang sangat bermanfaat ini bisa pula diikuti oleh BUMN lainnya.

“Program ini sangat bermanfaat dan tidak ada mudaratnya. Semuanya baik,” kata Wagub Kandouw dalam sambutannya sembari menambahkan dengan adanya rogram ini tentu bisa mengenal antar sesama daerah, bisa menyaksikan keberagaman tiap daerah di nusantara.

Lanjut dikatakan Kadouw, Indonesia itu modalnya keberagaman. Dilaksanakan program ini memberikan satu tanda tujuan kita bagaimana keberagaman sebagai kewajiban kita. Tidak hanya TNI, POLRI, tapi BUMN juga sebagai contoh melaksanakan program ini.

“Kewajiban kita bersama adalah mewujudkn indonesia lebih baik dari hari ini”, ujar orang nomor dua di Sulut ini.

Sementara direktur PT PLN Sulttenggo, Syamsul Huda dalam sambutannya menyebutkan programnyang dilakukan tahun ini adalah merupakan program mengenalkan kepada siswa tentang kekayaan keberagaman di nusantara.

Dikatakanya, terkait siswa yang di utus untuk mengikuti program ini telah melewati tahap seleksi di tiap kabupaten kota sehingga dengan adanya pertukaran siswa antara pelajar Sulut dan NTT diharapkan bisa lebih jauh mengenal keberagaman yang ada di daerah lain di nusantara.

Diketahui jumlah rombongan siswa Sulut yang diutus ke NTT berjumlah 26 orang sedangkan rombongan siswa yang di utus NTT 28 orang. (Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *