Banner Bawah Utama

Mesjid Al-Huda Jadi Mesjid Tertua Di Kotamobagu

Mesjid Al-Huda Jadi Mesjid Tertua Di Kotamobagu

Kotamobagu,PilarSulut.Com – Kotamobagu yang baru berumur 11 tahun rupanya memiliki segudang potensi, baik potensi wisata Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi wisata religi.

Selain memiliki gereja tertua di Kotamobagu, rupanya terdapat juga rumah ibadah umat Islam yaitu Mesjid Al-Huda terletak desa Kopandakan 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Mesjid yang dibangun sejak 1926 ini pada jaman dahulu menjadi pusat pertemuan para ulama se Indonesia Timur. Meskipun sudah direnovasi oleh masyarakat setempat namun tetap mempertahankan kondisi asli bangunan Mesjid.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Paiwisata (Disbudpar) Kotamobahu Agung Adaty, Mesjid tersebut dibangun sekitar 1926 pada pemerintahan Sangadi bernama Losik Lobud yang diabadikan sebagai nama Jalan.

“Pada waktu itu Mesjid ini adalah pusat tempat pertemuan para ulama se Indonesia timur. Mesjid ini telah direhabilitasi oleh masyarakat setempat namun tidak merubah bentuk aslinya,” kata Agung.

Mempunyai nilai historis perkembangan dan pergerakan Islam di Kotamobagu, menjadikan Mesjid sebagai salah satu destinasi wisata di Kotamobagu “Usianya yang sudah tua menjadikan Mesjid Ini Icon Kotamobagu sebagai objek wisata religi sehingga perlu kita jaga bersama-sama,”Terang Agung.

Terpisah, Sangadi Desa Kopandakan I Muslim Tungkagi menjelaskan keberadaan mesjid tersebut merupakan bukti sejarah umat muslim dalam menyebarkan agama Islam di Bolaang Mongondow Bersatu kususnya di Kotamobagu.

“Dari sejarah inilah sehingga kita tahu bahwa perkembangan islam di BMR sejak masa itu sudah sangat kuat. Sehingga ini merupakan bukti sejarah umat islam dalam menyebarkan agama islam di Kotamobagu,”Jelasnya sembari menambahkan, bukan hanya Mesjid saja yang umurnya sudah tua namun ada beberapa bangunan yang dibangun pada masa tersebut “Disamping Mesjid ada beberapa bangunan yang umurnya juga hampir sama dengan Mesjid. Ini yang tetap kami lestarikam dan jaga,”Tambah Tungkagi

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *