Banner Bawah Utama

Hampir 40 Tahun, Kerajinan Tangan Alat Perkebunan Masih Bertahan

Hampir 40 Tahun, Kerajinan Tangan Alat Perkebunan Masih Bertahan

Kotamobagu,PilarSulut.Com – Ditengah perkembangan industry dan alat tehnologi , Muktar Andu (61) warga desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan masih bertahan sebagai pengrajin peralatan perkebunan secara manual. Usaha ini sudah digeluti Muktar hamper 40 tahun, dengan membuat parang, pisau, cangkul dan alat pertanian lainnya. Dalam sehari secara manual, dirinya mampu membuat empat buah alat pertanian dari besi.

Menurut Muktar dirinya sejak 1976 sudah menekuni usaha, tak butuh banyak modal bagi dirinya untuk memulai usaha ini “Hampir 40 tahun Usaha ini saya bangun. ALhamdulilah bisa memberikan keuntungan untuk membiayai kebutuhan keluarga, modal untuk membuat alat pertanian dari besi dan baja ini tidak banyak. Cukup membeli tempurung, dan besi per yang terbuat dari lalu ditempat,”Terangnya.

Muktar pun menjelaskan cara pembuatan alat pertanian “Arang itu saya beli Empat Ribu per Kilogramnya, dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 50 Kilogram untuk pembuatan Empat hingga Lima ujung alat pertanian. Biasa, besi bajanya di potong terbih dahulu, kemudian di bakar lalu ditepa menggunakan palu besar hingga berbentuk parang dan pisau,”Jelasya.

Adapun harga peritemnya, Muktar mengungkapkan cukup terjangkau, tergantung dari pesan “Mulai dari 20 ribu, dan yang paling mahal itu 200 ribu, sudah dalam bentuk parang dan dibuat sesuai dengan permintaan pemesan. Usah ini sudah dikenal di Kotamobagu, sehingga memudahkan pelanggan,”Ungkapnya.

Dibalik perjuangan Muktar mempertahankan usahanya, dirinya berharap mendapatkkan perhatian dari Pemerintah Kotamobagu, “Memang 3 atau 4 tahun lalu ada bantuan dari Pemerintah Kota, bantuan itu dalam bentuk uang sebesar Rp 4 juta. Bantuan itu saya belikan kebutuhan menunjang kerajinan tangan ini, namun masih ada beberapa alat yang dibutuhkan, sehingga saya berharap bisa mendapatkan kembali bantuan,”Harapnya.

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *