Banner Bawah Utama

Terobosan OD-SK Berbuah Manis, Walikota Manado Kecipratan Penghargaan

Terobosan OD-SK Berbuah Manis, Walikota Manado Kecipratan Penghargaan

Walikota Manado, Dr Ir GS Vicky Lumentut, SH MSi DEA saat menerima penghargaan /ist

Manado, PilarSulut.com – Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur, Drs Steven O E Kandouw (OD-SK) untuk memajukan sektor pariwisata di bumi nyiur melambai tak perlu diragukan lagi. Komitmen OD-SK memajukan pariwisata ini pun berbuah manis dimana secara nasional diakui karena pertumbuhan pada sektor tersebut terus mengalami kenaikan yang signifikan. Sampai tahun 2018 ini, pariwisata Sulut mengalami kenaikan hingga 66 persen.

Atas pencapaiannya itu, Kota Manado pun mendapat kecipratan apresiasi yakni diberikannya penghargaan Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018 dari Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif Republik Indonesia. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Arief Yahya dan perwakilan Kemendagri kepada Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA pada malam penganugerahan penghargaan yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 17, Jakarta Pusat, Jumat (20/07/2018) malam.

Wakil Gubernur Steven Kandouw saat membuka acara pesona Bunaken di Manado Town Square pada Kamis 19 Juli 2018 kemarin menyebutkan tumbuhnya sektor pariwisata juga tidak terlepas dari peran Kementerian terkait yang mendukung semua kagiatan pariwisata di Sulut. Apalagi sekarang, jelasnya, Sulut kembali ketambahan satu penerbangan langsung ke negara Cina. Dan harapnnya juga, mudah mudahan dalam waktu dekat, kerja sama dengan pihak korea sudah akan berlangsung.

“Sekarang itu pertumbuhan pariwisata Sulut dibandingkan dengan daerah lain, sangat pesat. Sekarang kita sudah 66 persen pertumbuhannya. Namun ini jangan berbangga, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan,” ungkapnya.

Salah satu yang jadi kendala, untuk pariwisata Sulut adalah, belum memilikinya atraksi yang tetap. Kandouw mencontohkan, seperti di Bali kan untuk menonton atraksi, selalu tersedia. Namun jika untuk Sulut masih susah. Ini yang menurutnya, masih memiliki celah yang harus diisi.

“Kan bisa dari 15 kabupaten/kota, bisa menggelar satu atraksi dalam sehari. Itu bisa dilakukan secara bergantian antara kabupaten/kota. Jika kita telah memiliki atraksi yang tetap, maka yakin kunjungan Wisman ke Sulut akan meningkat drastis,” imbuhnya.

Kandouw juga mengatakan, sampai kemarin banyak mengeluh soal harga yang ada di Sulut. Menurutnya, masih ada harga yang naik baik tiket ataupun restoran serta penginapan.

“Suasana kita di daerah juga tentu harus dijaga. Jangan sampai turis baru sampai ke daerah, ada pencopetan, taksi yang memiliki argo yang tinggi, serta bau tidak sedap di daerah. Ini yang semua harus dijaga. Saya mintakan semua kepala dinas harus pro aktif,” urainya.

Dirinya juga mengatakan, dengan kunjungan yang tinggi harus di imbangi dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik. Jangan kunjungan tinggi, namun PAD tidak naik. Kalau seperti itu, menurut Kandouw ada yang bermasalah.

Kandouw mengatakan berbagai kegiatan pariwisata harus terus diperbanyak dan berinovasi lagi, agar kunjungan wisatawan ke Sulut makin banyak. Harus diakui, katanya, kunjungan wisatawan ke Sulut mengalami peningkatan cukup pesat sejak dua tahun terakhir ini, itu semua karena upaya Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan semua masyarakat Sulut.

Menurut data Badan  Pusat Statistik (BPS) Sulut wisman didominasi oleh warga China pada bulan Mei 2018. Wisman asal China yang datang ke Sulut pada Mei 2018 sebanyak 8.324 orang atau 88,51 persen dari total wisman. Turis China cukup banyak, karena adanya penerbangan sewa dari Tiongkok menuju Manado sejak dua tahun terakhir ini kemudian  diikuti oleh Amerika 172 orang (1,83 persen), Jerman 160 orang (1,70 persen), Singapura 104 orang (1,11 persen), Ausatralia 84 orang (0,89 persen). Hongkong sebanyak 73 orang (0,78 persen), Inggris 62 orang (0,66 persen), Perancis 46 orang (0,49 persen), Belanda 44 orang (0,47 persen), Malaysia 28 orang (0,30 persen).

Jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Mei 2018 sebanyak 9.405 orang atau menurun sebesar 7,79 persen dibanding bulan April 2018 yang berjumlah 10.200 orang. (*/Khay)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *