Banner Bawah Utama

Demo Didepan Kantor KPUD Bolmut Berakhir Ricuh, 11 Pendemo Diamankan

Demo Didepan Kantor KPUD Bolmut Berakhir Ricuh, 11 Pendemo Diamankan

Pilarsulut.com, BOROKO – Ratusan massa yang menggelar demo di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) berakhir ricuh, Polisi membubarkan secara paksa massa aksi.

Demo yang digelar hari, Rabu (18/07/2018) sejak pukul 14.30 di depan KPUD Bolmut menuntut agar KPU menyerahkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolmut tahun 2018.

Ketua KPU, Lukman Daimasiki yang keluar menemui para pendemo menyampaikan bahwa soal DPT sudah merupakan tahapan sebelum pemungutan suara.

“Saat penetapan DPS dan DPT, semua saksi dari pasangan calon sudah menandatangani berita acara, dan KPU sudah menyerahkan kepada semua saksi pasangan Calon” ujar Lukman.

Tuntutan pendemo ini disanggupi oleh Ketua KPU, Lukman Daimasiki yang menemui para pendemo dengan mempersilahkan 5 orang perwakilan pendemo masuk ke dalam ruangan Kantor KPU untuk diserahkan DPT. Namun perwakilan 5 orang ini menolak untuk menandatangani buku tamu pada KPU Bolmut, akhirnya keluar menemui kembali massa aksi dan melanjutkan orasi tuntutan mereka.

Massa aksi akhirnya mengultimatum akan menduduki Kantor KPU dan mulai bergerak masuk dengan berusaha menembus barikade Polisi yang berjaga,  Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Ditengah suasana yang semakin memenas, Terjadi pelemparan batu ke arah Kantor KPU dari arah kerumunan massa aksi. melihat suasana yang berpotensi rusuh, Akhirnya Polisi berusaha menurunkan satu unit mobil water canon sekaligus menembakkan gas air mata ke arah barisan massa yang berusaha memaksa masuk ke dalam Kantor KPU.

Massa pun berlari berhamburan menjauhi Kantor KPU, namun Polisi berhasil mengamankan 11 pendemo yang diduga provokator kericuhan. Selain itu Polisi mengamankan 2 unit kenderaan yang ditumpangi para pendemo dan berhasil menyita tiga pucuk senjata tajam milik pendemo.

Kapolsek Urban Kaidipang, Kompol Brammy Tamahilis, saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, mengatakan, bahwa hal yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai dengan mekanisme pembubaran.

“Prosedur pembubaran massa aksi sudah sesuai dengan prosedur, dan karena kelihatan masa aksi sudah bertindak  anarkis. Bahkan ada seruan untuk membakar kantor KPUD, maka tindakan tegas aparat kepolisian segerah dilakukan” jelas Tamahilis. (JM)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *