Banner Bawah Utama

Yasti Perayaan Kolipot Tahun Depan Harus Lebih Meriah

Yasti Perayaan Kolipot Tahun Depan Harus Lebih Meriah

Kotamobagu,PilarSulut.Com – Masyarakat Desa Mopait, Sabtu 23/6 kembali mengelar hari raya kolipot di Lapangan Olahraga Desa Mopait. Perayaan kolipot ini telah menjadi tradisi bahkan telah ditetapkan dalam Peraturan Desa (Perdes) sejak tahun 2012. Sejak dimulai pada tahun 2011, hingga saat ini hari raya kolipot cukup menarik pengujung, baik yang ada di Kecamatan Lolayan, maupun Kabupaten tetangga, bahkan hari raya kolipot oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong telah ditetapkan sebagai kalender ivent pariwisata Daerah tahun 2018.

Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong hadir dalam perayaan hari raya kolipot, selian di damping wakil ketua DPRD Bolmong, Nampak hadir Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara. Kehadiran calon Walikota Kotamobagu periode 2018 – 2023 itu menjadi dayatarik tersendiri ditengah kerumunan masyarakat.

Yasti dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap tarian Daerah yang dipentaskan, menurutnya tarian Monoimama sudah cukup bagus namun harus dikembangkan keseragamannya. Sehingga bisa mendapatkan juara 1 tingkat Nasioanal.

Yasti dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Mopait yang sudah mempunyai ide kreatif merayakan hari raya kolipot. Menurutnya ini sebagai bagian dari memanifistasikan kearifan local sekaligus wadah silaturahmi pasca hari raya Idul Fitri “Dengan perayaan kolipot ini kita sudah mengangkat makanan khas Daerah Bolaang Mongondow, daun kolipot ini merupakan salah satu doun yang memiliki cirri khas keharuman, yang disenangi semua orang manakala dimanfaatkan untuk membungkus nasi, karena beras yang awalnya tercerai berai mampu disatukan saat dimasak karena dibungkus dengan daun kolipot,”Ucap Yasti.

Lebih lanjut, Yasti berharap perayaan kolipot ini ditahun tahun yang akan datang dapat lebih meriah “Makna yang terkandung dari daun kolipot yang perlu kita lihat sebagai sarana silaturahmi. Sehingga kedepannya perayaan ini harus lebih meriah, jangan hanya perayaan ketupat Tondano yang meriah. Insya allah masyarakat Sulut bisa datang kesini dan menikmati perayaan kolipot,”Harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mopiat mengungkapkan, dalam perayaan kolipot ini sedikitnya terdapat 12.000 nasi bungkus yang berasal dari swadaya masyarakat “Desa Mopait ini memiliki 600 kepala keluarga (KK) setiap KK memberikan 20 nasi bungkus dari daun kolipot. Masing masing RT menyiapkan stand, melalui kesempatan ini kami juga berharap Bupati Bolmong bisa memperhatikan budaya mogolipot ini dan menganggap sebagai sebuah prestasi untuk dijadikan objek perkembangan pariwisata di Sulut,”Harap Ruslan Bonuot. (Advetorial)

 

Penulis : Abdi F Sutomo

 

 

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *