Banner Bawah Utama

Ini Penyebab Kelangkaan LPG Di Kotamobagu

Ini Penyebab Kelangkaan LPG Di Kotamobagu

Kotamobagu,PilarSulut.Com – Adanya kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) dalam beberapa waktu ini diwilayah Kotamobagu jadi perhatian serius Pjs Walikota Kotamobagu, Muh Rudi Mokoginta.

Rudi yang didampingi sejumlah jajaran pejabat Pemerintah Kota nampak mengunjungi Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang terletak di Kelurahan Mongkonai.

Menurut Rudi kunjung tersebut untuk memastikan penyebab kelangkaan LPG, apa lagi telah kelangkaan tersebut telah meresahkan masyarakat.

“Untuk menjawab keresahan ditengah tengah masyarakat, apa yang jadi sebab LPG ini langkah di pasaran,”Ucapnya.

Dalam hasil kunjungannya Rudi menemukan kelangkaan disebabkan oleh adanya pembelian secara besar besaran “Gas yang menghilang biasanya aksi borong dari masyarakat yang membeli LPG secara berlebihan. Sehingga saya berharap masyarakat tidak perlu membeli dalam jumlah banyak, agar tidak terjadi kelangkaan dan masyarakat lain bisa mendapatkan LPG,”Harap Rudi.

Dikatakannya lagi, Pemerintah sudah memberikan kebijakan dengan menambahkan jumlah kuota LPG.
“Permulaan puasa saja sudah langkah, sehingga, hari ini saya menyurat langsung ke Pertamina untuk menambah jatah di Kotamobagu,”Terangnya.

Sementara itu, Kepala operasional SPPBE Andi Rizal mengungkapkan jumlah LPG yang disalurkan ke kotamobagu sebanyak 7.200 tabung yang di bagi ke Dua agen dan sudah sesuai rekomendasi dari pertamina.

“Ada dua agen di Kotamobagu yang mendistribusikan LPG ke pangkalan, kami mengeluarkan LPG sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Untuk kotamobagu jumlahnya sebanyak 7.200 tabung yang disalurkan,”Ungkapnya.

Adapun penyebab kelangkaan LPG ini menurut Rizal karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat di bulan puasa.
“Setiap hari kami menyalurkan LPG, mungkin ada peningkatan pemakaian LPG oleh masyarakat sehingga mengalami kelangkahan,”Terangnya.

Rizal menegaskan harga jual pada pangkalan berdasarkan Harga Ecerat Tertinggi (HET) Rp 18 ribu “HET untuk pangkalan Rp 18.000, jika ada pangkalan yang menjual diatas HET maka akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *