Banner Bawah Utama

Dari Sulut, CHM Serukan Pesan Perdamaian

Dari Sulut, CHM Serukan Pesan Perdamaian

BMR,PilarSulut.Com – Dalam kurun waktu sepekan, aksi terorisme yang menyerang rumah ibadah dan kantor kepolisian dibeberapa tempat menyita perhatian publik. Bahkan dari serangan tersebut puluhan korban meninggal dunia, baik dari bomber, masyarakat umum dan aparat kepolisian.

Dari rentetan aksi serangan Bom bunuh diri ini,  dua antaranya dilakukan  se keluarga, bahkan turut melibatkan perempuan dan anak dibawah umur. Peristiwa ini mendapatkan perhatian dari Cherish Harriette Mokoagow (CHM), perempuan asal Bolaang Mongondow yang baru menamatkan pendidikan Strata Dua (S2) di University London.

Cherish sapaan akrabnya saat dihubungi awak media turut prihatin dan menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam bagi para korban. Dirinya berharap kejadian tersebut tidak memberikan pengaruh bagi kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara (Sulut).

“Sangat prihatin, apa lagi diantara pelaku bom bunuh diri itu ada anak anak yang turut dilibatkan. Tentunya ini sangat tidak wajar. Dan, yang terpenting kita harus memahami bahwa aksi tersebut bukan mengatas namakan agama tertentu, meskipun terdapat simbol simbol agama namun saya yakin bahwa semua agama tidak mengajarkan keburukan, semua agama mencintai kedamaian. Apa terlebih kita yang ada di Sulut, sangat menjunjung toleransi. Kemajemukan yang sudah terbangun lama tidak akan mudah digoyahkan oleh kejadian kejadian seperti itu,”Ucap Cherish.

Untuk itu, Cherish mengajak seluruh pemuda/mi dari semua golongan di Sulut untuk menjaga soliditas “Mari kita pererat persatuan, kita jaga soliditas yang sudah terbangun cukup lama,”Ajaknya.

Sementara itu mantan Ketua KMKT (Kerukunan Mahasiswa Kristen Totabuan) di Tondano mengamini apa yang serukan oleh CHM “Sudah tepat apa yang diserukan oleh Cherish Harriete Mokoagow, meskipun lama menimba ilmu di luar tapi tetap memberikan perhatian untuk Daerah, terlebih bagi pemuda/mu di BMR,”Kata Indra S. S. Ketangrejo.

Menurutnya tragedi Bom bunuh diri beberapa waktu lalu sebagai ujian bagi bangsa ini “Dimasing masing Daerah ada beragama agama, suku dan ras. Tapi kita mampu membuktikan untuk tetap menjaga toleransi dan tidak terpancing,”Pungkas Indra.

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *