Banner Bawah Utama

Sungai Dumoga Tercemar Berat

Sungai Dumoga Tercemar Berat

Foto Tim DLH Bolmong Saat Menguji Air Sungai Ongkak

Bolmong,PilarSulut.Com – Sungai sebagai salah satu sumber kehidupan sepatutnya dijaga. Namun hal tersebut belum sepenuhnya jadi perhatian masyarakat yang tinggal dibantaran sungai Dumoga. Sungai yang bermuara di Sungai Ongkag atau jembatan kaya ini berdasarkan pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulut tahun 2015 tercemar berat.

Menurut Kepala DLH Bolmong, Abdul Latif, informasih tercemarnya sungai Dumoga tersebut berdasarkan hasil penelitian Provinsi tahun 2014 dan 2015 “Memang untuk hasil terakhir tahun 2016 dan 2017 belum diserahkan. Tetapi berdasarkan hasil penelitian tahun 2014 dan 2015 tingkat kecemaran setiap tahunnya bertambah,”Terang Latief.

Adapun akibat tercemarnya sungai ini berdasarkan beberapa faktor, hal ini dijelaskan Kepala Bidang, Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan,Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya Beracun. Paling memberikan sumbangsi pencemaran sungai dari limbah rumah tangga “Dari Kotoran manusia, hewan, kegiatan pemupukan pertanian, dan sampah rumah tangga ; seperti bungkusan deterjen, sampo dan botol botol sabun,”Jelas Deasy Makalalag.

Belum lama juga Makalalag mengungkapkan, pihak DLH Kabupaten Bolmong mengambil sampel air sungai Ongkag dan Sungai Toraut “Dua sungai ini rata rata tercemar Ekoli dan total koliformi dan sudah diatas baku mutu, tingkat kecemarannya 14.100 baku mutu. Sehingga ini harus jadi perhatian masyarakat yang tinggal dibantaran sungai,”Ungkapnya.

Sementara itu, langkah langkah yang akan dilakukan Pemkab Bolmong. Menurutnya Kepala DLH, pihaknya akan melakukan sosialisasi “Pemkab berupaya mengajak masyarakat agar sadar dan menjaga sungai, dengan bentuk sosialisasi. Namun semua itu harus ada kesadar diri dan mencintai lingkungan,”Terang Latief.

Sementara itu, Pemkab Bolmong melalui Dinas Lingkunga Hidup (DLH) mengagendakan pemeriksaan sungai dalam setiap tahun 4 kali. Namun karena keterbatasan anggaran, pemeriksaan tersebut hanya bisa dilakukan 2 kali dalan setahun.

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *