Banner Bawah Utama

Belum Dapat Perhatian Pemerintah Kotamobagu, Pengolahan Kopi Goraka Tetap Pertahankan Cara Tradisional

Belum Dapat Perhatian Pemerintah Kotamobagu, Pengolahan Kopi Goraka Tetap Pertahankan Cara Tradisional

Kotamobagu,PilarSulut.Com – Kopi goraka atau Kopi jahe bagi kalangan penikmat kopi diwilayah Kotamobagu bukan lagi hal baru. Kopi yang bisa menyembuh sejumlah penyakit tersebut hingga saat ini masih diolah secara tradisional. (Jumat, 20/4)

Ati Lambeka, warga Poyowa Besar 1 ini salah satu pengelola Kopi Jahe, menurut Ati proses pengolahan kopi jahe tersebut menyatukan biji kopi dan biji jahe, kemudian digiling secara bersamaan.

Adapun proses pengolahan kopi jahe ini masih dilakukan secara trasional. Hal tersebut membuat Ati sebagai pengolah kopi jahe sangat kewalahan “Sudah 4 tahun mengeluti aktifitas ini. Membuat kopi jahe secara tradisional, dengan mengunakan kayu bakar. Sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemerintah Kota,”Keluh Ati.

Padahal, menurut Ati jika pengolahan kopi dilakukan lebih moderen akan lebih banyak jumlah produksinya “Pelanggan kopi jahe ini bukan hanya dari Kotamobagu tetapi ada juga dari luar Kotamobagu dan ada yang sudah jadi pelanggan tetap. Namun dalam sehari saya hanya bisa memproduksi 3 kilo karena keterbatasan alat sekaligus waktu yang digunakan cukup lama karena masih tradisional,”Ungkapnya.

Diumurnya yang sudah kepala 50, Ati berharap bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota “Saya berharap bisa juga seperti pengelola kopi yang lain, sudah diperhatikan Pemerintah. Bisa dikatakan usaha saat ini sudah mencukupi kebutuhan namun saya ingin usaha ini berkembang,”Harap Ati.

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *