Banner Bawah Utama

Bupati Bolmong Ajak Umat Hindu Sebut Orang Mongondow Dari Bali

Bupati Bolmong Ajak Umat Hindu Sebut Orang Mongondow Dari Bali

Bolmong,PilarSulut.Com – Pemerintah Kabuapten (Pemkab) Bolaang Mongondow sangat mengapresiasi pelaksanaan pawai Ogoh Ogoh yang dilaksanakan masyarakat Desa Werdhi Agung bersatu. Apresiasi itu ditunjukan dengan dihadiri langsung orang nomor satu di Kabupaten Bolmong, Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow.

Tidak hanya Bupati Bolmong saja yang hadir, Kapolres Bolaang Mongondow, Wakil Ketua DPRD, Kamran Muktar, bersama Dua anggota DPRD warga Bali turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Hijau Werdi Agung, Jumat (16/3) kemarin menampilkan 35 Ogoh Ogoh, serta ratusan peserta yang berasal dari SD, SMP dan SMA serta sejumlah kelompok keagamaan Werdhi Agung bersatu.

Yasti dalam sambutannya menyampaikan selamat memyambut Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1940 bagi Saudarah saudarah Umat Hindu Kabupaten Bolaang Mongondow “Semoga dengan pelaksanaan perayaan ini akan menjadikan Saudarah saudarah umat Hindu sebagai pribadi yang selaras dengan Tuhan yang Maha Kuasa, sekaligus menjadi Individu yang lebih baik dalam menjali kehidupan ditahun tahun selanjutnya,”Ucap Yasti.

Selain itu, Yasti mengatakan dalam menyambut Hari raya Nyepi umat Hindu melaksanakan Pawai Ogoh Ogoh suatu tradisi luhur, yang merupakan kelanjutan dari upacara Tawur Agung Kesanga, yaitu ritual mewujudkan keseimbangan dan keharmonisan alam “Pawai Ogoh Ogoh ini merupakan simbol dari sifat angkara murka, kesombongan dan keserakahan dari perilaku buruk yang ada pada manusia. Artinya sifat sifat burut dan negative itulah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Ogoh – Ogoh untuk diarak keliling Desa dengan maksud agar perilaku buruk dan negative yang ada pada diri manusia dapat ikut bersama Ogoh – Ogoh dan pada akhirnya akan dikut dibakar sampai habis,”Sambung Yasti.

Yasti juga menyebutkan sejak jaman dulu hingga saat ini Bolmong terkenal dengan berbagai etnis, budaay dan agama. Keberagaman itulah yang semakin hari semakin kuat, karena solidaritas dan toleransi yang tinggi antara sesama umat beragama “Berkat solidaritas dan toleransi yang tinggi itulah jadi kekuatan dan kekayaan kita untuk membangun Kabupaten Bolmong, dan saya yakin sekian banyak warga yang menyaksikan acara ini, terdiri dari berbagai etnis, budaya dan agama tentunya sebagai bentuk kepedulian kita kepada saudarah saudarah kita umat Hindu,”terangnya.

Diakhir sambutannya Yasti mengajak umat hindu asal Bali yang sudah lama tinggal di Bolaang Mongondow untuk tidak menyebutkan Umat Hindu asal Provinsi Bali “Kenapa tidak menyebut diri sebagai orang Mongondow dari Provinsi Bali, saya menyebut demikian karena kita semua adalah satu kesatuan masyarakat Mongondow yang menjunjung tinggi moto leluhur yaitu Mototompiaan, Mototabian, Bo Mototanoban,”Ajak Yasti. (Advetorial)

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *