Banner Bawah Utama

Dua Aktifis Ini Kecam Ulah Ketua DPRD Bolmong Yang Enggan Bayar Iuran Air PDAM

Dua Aktifis Ini Kecam Ulah Ketua DPRD Bolmong Yang Enggan Bayar Iuran Air PDAM

Bolmong,PilarSulut.com – Jika menyebut nama Ketua DPRD Bolmong periode 2014 – 2019, Welty Komaling, tak banyak hal positif serta prestasi yang dibicarakan, tak lain sejumlah sepak terjang negative dialamatkan pada salah satu kader PDI Perjuangan tersebut. Belum selesai masalah tak mau menandatangani dokumen APBD tahun 2018, serta terselip aroma permintaan pergantian Kendaraan Dinas, kini hal baru terungkap.

Dalam catatan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Bolaang Mongondow, sejak 2014 hingga 2018 Welty Komaling tak pernah membayar iuran air yang diwajibkan bagi setiap pelanggan setia PDAM. Rupanya tidak sehat perusahaan tersebut bukan semata mata penggunaan keuangan perusahaan yang tidak transparan, namun keengganan konsumen membayar kewajibannya.

Catatan buku laporan PDAM, setidaknya selama 4 tahun sang Ketua DPRD Bolmong telah menunggak sebesar Rp 24 Juta, tentunya angka ini tergolong kecil bagi ukuran Ketua DPRD yang dikenal punya pendapatan cukup besar. Namun sikap ini dapat mencoreng wajah DPRD sebagai representative suara rakyat, yang seharusnya menjadi contoh baik bagi masyarakatnya.

Hal tersebut mendapatkan kecaman dari dua aktifis. menurut Ketua Umum HMI BMR, seharusnya Welty Komaling memberikan contoh yang baik sehingga warga tidak ikut ikutan menunggak pembayaran “Pasti  kejadian ini akan ditiru oleh masyarakat, Ketua saja yang diberikan fasilitas tunjangan bisa menunggak apa lagi yang masyarakat ekonomi menegah kebawah,”ucap Sutrisno Tola sembari menantang Dirut PDAM tidak hanya terfokus pada Ketua DPRD “Yah, kalau bisa jangan hanya Welty saja, mungkin ada pejabat yang lain menunggak bisa diungkap, dan diberikan sangsi pencabutan meteran air,”terang Tola.

Pernyataan yang sama juga dikatakan Efendy Abdul Kadir, menurutnya Ketua DPRD harus bertanggungjawab atas penggunaan air tersebut “Kalau sudah digunakan harus dibayar, masyarakat kecil saja membayar iuran, masa Ketua DPRD  punya tunjangan yang besar tidak bayar. belum juga pendampatan lain lain, sehingga saya fikir Rp 24 juta tidak besar,”sambung Efendy Ketua LSM LPKEL.

Sementara itu, Dirut PDAM Bolmong Irwan Paputungan saat dihubungi awak media mengaku tetap akan mengejar tunggakan Rp 24 Juta tersebut “Meski sudah dicabut tetap akan saya tagih, karena itu sudah masuk di laporan Perusahaan, sehigga tidak bisa di hapus, kalau dihapus bayar dulu. Dalam beberapa hari kedepan saya akan buat MOU dengan Kejaksaan Negeri, ini terkait penagihan piutang, puncurian air dan sambungan illegal,”tegas Irwan Paputungan sembari menanggapi tantangan Ketum HMI BMR “Sejauh ini untuk pejabat hanya Pak Welty yang tidak membayar, Ibu Walikota Kotamobagu, Ketua DPRD Kotamobagu saja bayar,”singkatnya.

Adapun Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling untuk kedua kalinya dihubungi awak media melalui telepon selulernya tak memberikan jawab.

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *