Banner Bawah Utama

Walikota Kotamobagu Ingatkan Tak Ada Penambahan Tenaga Kontrak Dan Sukarela

Walikota Kotamobagu Ingatkan Tak Ada Penambahan Tenaga Kontrak Dan Sukarela

Foto Istimewah/ Sekot Kotamobagu, Adnan Massinae Saat Memberikan Arahan Pada Tenaga Kontrak Pemkot Kotamobagu Beberapa Waktu Lalu

Kotamobagu,PilarSulut.com – Usai membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke 89, Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara menyentil soal peran dan tanggung jawab tenaga kontrak dan tenaga sukarela Pemerintah Kotamobagu. Menurut Tatong Bara, tenaga kontrak memiliki peran yang sama dengan Aparatur Pemerintah dalam hal ini ASN, dan mendapatkan hak serta kewajiban.

“Mulai saat ini  untuk Upacara, apel pagi dan sore akan ada hal yang berbeda. Bukan hanya menjadi kewajiban para ASN, namun menjadi kewajiban tenaga kontrak yang ada lingkup Pemerintah Kotamobagu. Tenaga kontrak adalah bagian dari aparatur Pemerintah Daerah, yang tentunya diberikan hak dan memiliki kewajiban sama,”kata Walikota.

Tatong juga menghimbau, dengan banyaknya jumlah aparatur dilingkup Pemeirntah Kotamobagu diberange dengan peningkatan kinerja, serta pelayanan bagi masyarakat “Saat ini jumlah aparatur kita ada 4.080, ini terdiri dari PNS sebnayak 2.438 dan tenaga kontrak 1642 orang. Tentunya dengan jumlah kinerja harus meningkat dan jangan lupa dengan kedisiplinan,”himbaunya.

Banyaknya jumlah tenaga kontrak ini menurut Walikota Kotamobagu, menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah “Sehingga perlu adanya manajemen kepegawaian yang baik, tentunya dapat menghasilkan sumber daya aparatur yang handal, yang dapat mewujudkan Good Governance,”katanya.

Sebagai pejabat Pembina kepegawaian, Walikota Kotamobagu mengingatkan pada seluruh pimpinan SKPD agar tidak ada lagi penambahan tenaga kontrak apa lagi tenaga suka rela “Untuk seluruh pimpinan SKPD mulai saat ini tertib manajemen kepegawaian, tidak ada lagi penambahan tenaga kontrak ataupun tenaga suka rela,”ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekot) Adnan Massinae saat ditanyakan keputusan Pemkot memberhentikan penerimaan tenaga kontrak dan suka rela, disebabkan banyaknya jumlah tenaga kontrak “Kebutuhan sudah terpenuhi, ditambah lagi ada yang mulai tidak disiplin, sehingga kami lebih memilih menghentikan dan memanajemen kembali kepegawaian,terlebih untuk tenaga kontrak,”ucap Adnan.

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *