PKK Boltim Bersama Pemkab Gelar Festival Kuliner Pembuatan Kue-Souvenir

Boltim, PilarSulut.com – Festival Kuliner Pembuatan Kue dan Souvenir Khas Boltim tahun 2017 dengan tema “Dengan festival kiliner tahun 2017 kita dukung dan tingkatkan industri Pariwisata Kabupaten Boltim” kerja sama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boltim dengan Tim Penggerak PKK Boltim pada, Senin (20/02).

Pelaksanaan kegiatan ini diprakarsai oleh tim penggerak PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang bekerja sama dengan beberapa SKPD dalam rangka memperingati satu tahun Kepemimpinan Bupati Sehan Salim Lanjar SH dan Wakil Bupati Drs. Rusdi Gumalangit.

Pelaksanaan digelar dengan tujuan untuk mengajak kepada masyarakata tentang bagaimana memanfaatkan sejengkal tanah pekerangan agar bermanfaat secara ekonomi rumah tangga, serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu untuk mengelolah pangan lokal agar memiliki ciri khas tersendiri yang pada akhirnya akan menambah nilai ekonomi.

Disamping itu pula kegiatan ini adalah bagian dari langkah awal kerja-kerja untuk mendukung pengembangan destinasi wisata yang oleh pemerintahan daerah pada tahun ini menjadi prioritas program utama yang akan dikerjakan.

Sementara Bupati Booltim, Sehan Salim Lanjar SH dalam dalam kesempatan itu mengucapkan banyak terima kasih kepda PKK Boltim serta seluruh jajarannya yang berinisiatif menggelar program tersebut.

“Pada kesempatan ini saya sangat berterimah kasih kepada ketua Tim Pengerak PKK Boltim beserta seluruh jajarannya, dan SKPD terkait yang telah berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan ini. Saya berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin serta dapat dibuat dalam skala yang lebih luas dan beragam,” ujar Bupati Eyang sapaan akrabnya.

pkk-boltimLanjutnya, Pangan merupakan kebutuhan dasar yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pendudukm penyediaan pangan yang memadai baik kuantitas maupun kualitasnya dalam memenuhi standar hidup yang layak merupakan kewajiban Negara.

“Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, mengamanatkan bahwa pemenuhan pangan merupakan hak asasi manusia paling hakiki, untuk memberikan manfaat secara adil, merata dan berkelanjutan yang diselenggarakan berdasarkan kedaulatan pangan, kemendirian pangan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Lingkup penyerahan pangan bukan hanya pemenuhan pangan, dengan harga bukan yang wajar, akan tetapi bagaimana memanfaatkan secara optimal potensi pemberdaya alam, manusia, sosial, ekonomi dan kearifan lokal secara bermanfaat dan menentukan kebijakan pangan secara mendiri dan berdaulat, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi diperlukan dukungan aktif peran serta masyarakat.

Dijelaskannya, dari uraian sebagaimana tersebut di atas tentang penyelengaraan pangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, bahwa tanggung jawab penyediaan pangan, pemenuhan pangan dan pemanfaatan pangan, bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, akan tetapi banyak pihak yang harus bersama-sama untuk turut andil menggagas konsep yang tepat, kreatif dan inovaatif, dan salah satunya adalah kegiatan yang dilaksanakan hari ini, oleh Tim Penggerak PKK Boltim bekerja sama dengan SKPD terkait, dimana gagasan kreatif dan inovatif, berupa penanman Cabe massal yang dikemas melalui konsep kawasan rumah pangan lestari (KRPL) bagi sepuluh kelompok dasawisma, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyediaan sumber pangan keluarga, gizi keluarga dan peningkatan pendapatan keluarga perlu kita berikan apresiasi dan dorongan untuk terus digalakan pada berbagai level kehidupan masyarakat.

Demikian juga dengan kegiatan lomba cipta menu berbasis pangan lokal yang diikuti oleh TP. PKK Kecamatan Se-kabupaten Boltim yang merupakan salah satu implementasi dari gerakan percepatan penganekaragaman bahan pangan lokal non beras dan non terigu, perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat akan menjadi terbiasa dalam mengkonsumsi makanan non beras dan non terigu, sehingga kedaulatan pangan bener-bener dapat terwujub.

“Seingat saya, kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini sudah pernah saya canangkan pada beberapa tahun yang lalu, dimana konsep yang dilaksanakan pada waktu itu adalah, dalam setiap minggu pada setiap hari kamis tidak mengkonsumsi makanan non beras dan no terigu”. tutup Bupati Eyang. (Thety/Advetorial)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tindak Lanjuti Harapan Presiden Jokowi, PT DSSN – PT MSH MoU Bangun Pabrik Semen di Boltim

Foto Bersama Pihak PT DSSN dan PT MSH  usai Penandatanganan MoU /ist Manado, PilarSulut.com – …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *