Wagub Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sulut Meningkat Signifikan

Wagub Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sulut Meningkat Signifikan

Manado, Pilarsulut.com – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) tahun 2016 di Grand Kawanua International Center (GKIC) Kairagi Manado, Selasa (06/12) Pagi. Pertemuan tahunan BI kali ini bertajuk “Mengoptimalkan Potensi, Memperkuat Resiliensi”.

Wagub Steven Kandouw tampil selaku keynote speaker di forum tersebut yang dihadiri jajaran pimpinan perwakilan Bank Indonesia Sulut, OJK, kalangan perbankan, pelaku usaha, stakeholder dan kalangan praktisi ekonomi.

Wagub mengawali paparannya dengan menyentil kendala teknis yang dihadapi selama menjalani kepemimpinan duet OD-SK di daerah ini untuk pencapaian visi-misi OD-SK membangun Sulut Hebat. Kemudian dilanjutkan dengan menggali potensi dan keunggulan-keunggulan diantaranya yakni rasa kerukunan antar sesama, maupun kultur masyarakat yang moderat tanpa mempersoalkan hal-hal yang sifatnya konservatif, termasuk kemudahan dan insentif dalam menciptakan kondisi Iklim yang kondusif bagi investor di provinsi Sulut.

Wagub Kandouw merasa optimis akan capaian Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sulut berkisar pada angka 1.51 % per tahun berjalan. Wagub memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi Sulut pada tahun 2021 sebesar 7% akan terlampau mencapai 8,51% dengan realisasi pembangunan prioritas daerah secara signifikan. Pada triwulan III 2016, pembangunan ekonomi Sulut tercatat 6,01%, Bank Indonesia memproyeksi sepanjang tahun ini, Sulut akan mencatat pertumbuhan berkisar 6% – 6,4%.

“Terobosan harus dilakukan, koordinasi baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah  kabupaten/kota harus terus digalakkan,” tandas Wagub.

Semntara itu, kepala perwakilan Bank Indonesia Sulut, Peter Jacobs mengatakan, ada hambatan yang menghalangi akselerasi Sulut, seperti kualitas SDM yang rendah, infrastruktur daya listrik yang belum memadai, runway bandara yang relatif pendek, produksi pertanian yang stagnan, industri yang tidak terdiversifikasi, dan potensi pariwisata yang tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Tapi dengan pembangunan prioritas yang ada di Sulut, lewat potensi prioritas ekonominya, yang berdampak 1,51% terhadap pertumbuhan ekonomi dapat mencapai pertumbuhan yang positif,” ujar Jacobs.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Direktur Utama Bank Sulutgo Jeffry Dendeng, Kepala OJK SulutGoMalut Elyanus Pongsoda, Kepala KPPU Indonesia Timur, Kepala Perbankan Sulut. (PS)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *