Banner Bawah Utama

Pembangunan Ring Road III Diprioritaskan Tahun 2017

Pembangunan Ring Road III Diprioritaskan Tahun 2017

Manado, Pilarsulut.com – Sekretaris daerah provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Silangen SE MS, memimpin Focus Group Discusion (FGD) evaluasi kinerja bidang pendidikan, perekonomian, pertanian dan infrastruktur tahun 2016 serta proyeksi 2017 di hotel Grandpuri, Kamis (29/12).

“Tujuan pelaksanaan FGD ini untuk mengukur capaian kinerja pemerintahan hingga penghujung Tahun 2016 serta mencari kelemahan atau kekurangan yg perlu diperbaiki untuk pelaksanaan di Tahun 2017 bahkan tahun-tahun yang akan datang,” kata Silangen.

Dari sektor perekonomian, akademisi dari Unsrat, DR Vecky Masinambow memperkirakan PDRB nominal Sulut 2016 akan menembus kisaran 100 triliun, jika ICOR 4 maka diperlukan sekitar Rp 28 triliun riil investasi untuk pertumbuhan sekitar 7%.

Berkaitan dengan Mega proyek infrastruktur seperti Bendungan kuil, KEK Bitung, Listrik Lahendong dan kebijakan di sektor pariwisata; maka tenaga kompetensi penting yang diperlukan jangka pendek: jasa konstruksi, logistik dalam berbagai jenjang, laboran penguji industri berbasis makanan, pariwisata dalam berbagai jenjang, pengukur tanah, keahlian dalam pelistrikan.

“Dibutuhkan kerjasama dari pihak eksekutif terkait regulasi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas akomodasi dan transportasi. Selain itu, diperlukan kolaborasi dari pemda dunia usaha dan pelaku pendidikan untuk membangun kurikulum sebagaimana kompetensi di atas. Berkaitan dengan infrastruktur diperlukan konektifitas nasional provinsi kabupaten/ kota sampai desa dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pertanian agroindustri dan UMKM,” ujar Masinambow.

Sementara itu, dari segi infrastruktur, perwakilan dari dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Sulut, mengungkapkan bahwa untuk 2017 pembangunan akan diproyeksikan bagi penuntasan Manado Outer Ring Road, khususnya Ring Road III yang menghubungkan antara Winangun dan Kalasey/Malalayang untuk mengurangi titik kemacetan di dalam kota manado. Selain itu untuk pengembangan sektor pariwisata akan di buka akses jalan dari Airport Sam Ratulangi hingga Likupang.

Selain itu ada fenomena dimana 5 tahun lalu ada permohonan pengalihan jalan kabupaten/kota ke jalan provinsi, namun kondisi saat ini pemerintah kabupaten/kota mengajukan pengalihan jalan provinsi menjadi jalan kabupaten/kota karena nilai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tergolong besar.

Menanggapi hal ini, Tuerah yang selaku moderator mengatakan besaran jumlah DAK bergantung pada penerimaan negara, ada kemungkinan bila penerimaan negara lagi seret jumlah DAK akan dipangkas menyesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Tuerah juga memberikan catatan penting terkait Jumlah DAK yang diterima jauh berkurang dari Tahub Sebelumnya.

“DAK based on Proposal, apabila tidak ada usulan dari bawah otomatis Pusat tidak akan mengucurkan dana” terangnya. (PS)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *