Banner Bawah Utama

Akibat Kelalaian Petugas, Dua Tahanan Polresta Manado Kabur

Akibat Kelalaian Petugas, Dua Tahanan Polresta Manado Kabur

Manado, Pilarsulut.com – Dua tahanan kasus uang palsu (Upal) melarikan diri dari sel tahanan Polresta Manado, Kamis (29/12/2016) sore. Namun baru diketahui, Jumat (30/12/2016).

Kedua tahanan bernama HM alias Ais, (37), warga lingkungan VI, Kecamatan Tikala dan RAG alias Iwan, (30), warga Kampung Ternate I, Kecamatan Singkil. Keduanya merupakan tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Manado Kombes Pol Hisar Siallagan menegaskan, benar ada tahanan lari pada Kamis (29/12/2016). Semua karena Kelalaian anggota yang melakukan penjagaan pada saat itu.

“Murni kelalaian oleh anggota. Dari pihak Provos Polda Sulut telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota di bagian sel tahanan,” ujar dia, di Mapolresta Manado.

Menurut dia, nanti sanksi disiplin akan diberikan kepada anggota yang terlibat tersebut.

Kami dari pihak kepolisian menghimbau kepada pihak keluarga agar bisa membawa secara baik-baik pelaku yang melarikan diri itu. “Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap kedua tahanan yang melarikan diri tersebut,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada saat kejadian salah satu tahanan yang melarikan diri mengeluh sakit dan meminta kepada salah satu anggota Polisi yang melakukan penjagaan untuk dibawah ke rumah sakit.

Anggota polisi yang melakukan penjagaan memberikan izin terhadap tahanan tersebut dan didampingi temannya serta dikawal satu anggota polisi. Kemudian diantar ke rumah sakit dengan menelepon taksi dan dijemput di Mapolresta Manado.

Pada saat itulah kedua tahanan terkait kasus Upal melarikan diri tidak tahu kemana. Pihak kepolisian melakukan pengejaran, namun hingga, Jumat (30/12/2016) Pukul 18.00 Wita belum ditemukan.

Menanggapi kronologis tersebut, kembali Siallagan mengatakan, benar informasi yang diperoleh kedua tahanan diantar ke rumah sakit dengan menggunakan taksi dan hanya dikawal satu orang anggota.

“Itu saja sudah janggal, seharusnya tahanan yang sakit diantar dengan menggunakan mobil tahanan dan dikawal ketat, anggota yang melanggar akan diberi sanksi disiplin,” jelas dia.

Sumber: Sindo

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *