Selesai Distribusikan Bahan RTLH, Kini Pemkot Kotamobagu Awasi Pembangunan

Kotamobagu,PilarSulut.com – Bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang disiapkan Pemerintah Kotamobagu bagi 50 warga miskin di Kotamobagu telah selesai pendistribusian. Pendistribusian dilakukan langsung oleh pihak ketiga, dan diawasi oleh Dinas Sosial sebagai pengguna anggaran.

Kepala Bidang Sosial Roi Paputungan pada awak media menyampaikan, pihaknya telah selesai melakukan pengawasan pendistribusian, dengan berakhirnya pendistribusian yang dilakukan oleh pihak ke tiga.

“Pendistribusian bahan RTLH sudah selesai dilakukan, semuanya sudah di antara langsung oleh pihak ke tiga dan diawasi oleh pihak Dinas. Untuk Kotamobagu sendiri tahun ini ada 50 rumah, dengan hitungan per rumahnya mendapatkan Rp 15.000.000, namun dalam bentuk bahan bangunan,”Ungkap Roi.

Namun kata Roi pihaknya tidak hanya sampai pada penyaluran bahan, tetapi akan melakukan pengawasan dalam pembangunan rumah “Akan kita awasi pembanguna rumah, sebab itu sudah jadi komitmen kami dengan penerima bantuan. Bantuan yang diberikan harus dibangunkan rumah, tidak bisa dipindahkan tangankan atau di jual, bila kita temukan akan ada sanksi,”Tegas Roi.

Disamping bantuan RTLH melalui APBD Pemerintah Kotamobagu, pihaknya saat ini juga tengah menunggu bantuan RTLH yang dibiayai oleh APBN. Dan saat ini tengah dalam tahap verifikasi lapangan “Ada juga bantuan RTLH dari APBN, jumlah juga sama 50 rumah, dan Rp 15.000.000 per rumahnya. Akan tetapi masih menunggu dari pihak Kementerian langsung, mereka yang akan turun melakukan pengecekan dilapangan,”Beber Roi.

Lebih lanjut Roi menargetkan tahun depan jumlah Rumah tidak layak huni di Kotamobagu semakin berkurang “Diperkirakan tahun depan rumah tidak layak huni di Kotamobagu makin berkurang, ini dibuktikan dengan klasifikasi syarat penerima bantuan RTLH dari tahun ketahun yang berubah, contohnya tahun lalu, itu syaratnya harus rumah yang berdinding dari bulu, untuk tahun ini rumah seperti itu sudah tidak ada, nah kita naikan jadi rumah yang berdinding papan, namun papan yang sudah berlubang, kemudian rumah yang tidak punya MCK, dan rumah yang ada orang cacat serta ukurnya kecil, tetapi banyak keluarga yang tinggal,”Jelas Roi. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

Baca Juga

Soal CJH Makassar di Manado, Ini Penjelasan Kemenag Kota Manado

Kepala Kementerian Agama Kota Manado, Irwan Musa /ist Manado, PilarSulut.com – Pemberitaan yang marak diberbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *