Senin, 24 November 2014  4:57:09 WITA

Site Search

DPRD Sulut Gelar Rapat Paripurna Paripurna Istimewa HUT Emas Sulut

    Pimpinan Sementara DPRD Sulut Drs. Steven O E Kandouw dan Stevanus Vreeke Runtu, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) Serta Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil, Saat Memimpin Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut Dalam Rangka HUT Emas Sulut. /Angga

Tanggal publikasi: Selasa, 23 September 2014  Jam : 22:42:17       Dibaca: 488 kali

Manado, Pilarsulut.com – Bertempat di Gedung Grand Kawanua Ballroom, Selasa (23/9) siang tadi, sekitar pukul 11.43 digelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut Dalam Rangka HUT Provinsi Sulut (Sulut Emas). Rapat paripurna istimewa ini mengambil tema 'dengan Semangat HUT Ke-50 (Tahun Emas) Provinsi Sulawesi Utara, Kita Wujudkan Masyarakat Yang Berbudaya, Berdaya Saing dan Sejahtera Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015'.

Rapat Paripurna Istimewa ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sulut sementara Drs. Steven O E Kandow dan Wakil Ketua DPRD sementara Stevanus Vreeke Runtu. Diawal pembukaan sidang, Kandouw memimpin seluruh tamu undangan untuk sejenak mengenang jasa para pahlawan baik yang telah gugur maupun yang masih terus berjuang, baik pahlawan nasional terlebih khusus pahlawan Sulut, lewat hening cipta.

Selain pimpinan sementara DPRD Sulut, rapat juga dihadiri Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) bersama ibu, Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan. Hadir juga dalam acara tersebut tiga Duta Besar Negara Sahabat, tiga Konsul Jenderal dan lima Gubernur se-Indonesia.

Tiga Dubes tersebut masing-masing Dubes Cina Xie Feng, Dubes Malaysia Datuk Sri Zahrain Mohamed Hashim dan Dubes Palestina Faridz Mehdawi. Sedangkan Konjen yaitu Konjen Filipina Jose DR Burgos, Konjen Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate serta Konjen RI di Davao City Eko Hartono.

Gubernur Sulsel Dr. H. Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, Gubernur Kaltim Awang Farouq, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Gorontali Rusli Habibie serta Gubernur Sulbar Drs. H. Anwar Adnan Saleh yang juga Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS). Ketua Komisi 11 DPR RI Olly Dondokambey, Anggota DPR RI Vanda Sarundajang, unsur Forkopimda Sulut, para Mantan Gubernur Sulut, para Mantan Wakil Gubernur Sulut, Mantan pimpinan DPRD Sulut, Anggota DPRD Sulut Kepala BIN, Kepala BPK, kepala BPK P, kepala BI, Kepala BUMN dan BUMD serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kandouw mengajak seluruh yang hadir didalam ruangan untuk kembali menengok sejarah perjuangan para pendahulu sehingga terbentuklah sebuah Provinsi yakni Sulut sehingga bisa mencapai usia emas ini.

“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Di ulang tahun emas ini, mari sama-sama kita menengok kembali kebelakang, dimana sejarah ini merupakan awal dan sehingga mencapai usia 50 tahun atau tahun emas,” ajak Kandouw.

Dalam pidatonya, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengucapkan bangga dengan semangat persaudaraan yang rukun dan damai di Provinsi Sulut telah menunjukkan ketangguhan untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang secara silih berganti, sehingga Sulut tetap tegak berdiri kokoh sebagai daerah otonom.

“Semakin dewasa dalam berpemerintahan, bahkan terus mengukir karya dan prestasi. Saat ini masyarakat Sulut bersyukur dapat merayakan sebuah peristiwa yang amat penting dan strategis bagi perjalanannya yang mampu menapaki usia ke-50 tahun, sebagai Tahun Emas Bumi Nyiur Melambai dengan segala perkembangan dan dinamikanya, perkembangan daerah ini harus diakui telah menginspirasi generasi bangsa di daerah ini dalam perjalanan pembangunannya,” jelas Sarundajang.

Dalam Kesempatan itu juga, SHS memberikan penghargaan kepada empat tokoh masyarakat Sulut yang menjadi inspirasi bagi rakyat Sulut dalam kontribusinya terhadap bidang masing-masing yaitu kepada Prof DR Oce Kaligis SH MH atas kontribusinya dalam praktisi hukum, akademisi dan politisi, Ibu Sofie Mulyapatera Eman pendiri restoran beutika, Ibu Ony Markadi Tambuwun yang berhasil melestarikan kain bentenan (pendiri Yayasan Karema) serta  Ronal Korompis sebagai tokoh pendidikan Sulut (pendiri SMU lokon). (Angga)

Berita Terkait

Dispenda Sulut : 112.770 Unit Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak
Masih Beroperasi, Ammalta, ICW dan YSNM Desak PT MMP Segera Ditutup
PKS: Jokowi Tak Perlu Terburu-buru Pilih Kepala BIN Baru
Pemprov Sulut Gelar Simulasi Bencana
Hadiri HUT WKI GMIM ke-77, Wawali Ajak Warga jadi Tuan Rumah yang Baik


Nama : FB/Twitter :