Banner Bawah Utama

Oknum Kader PDI Bolmong Korbankan Kepentingan Rakyat, Karena Usulan Pengadaan Mobnas Ditolak

Oknum Kader PDI Bolmong Korbankan Kepentingan Rakyat, Karena Usulan Pengadaan Mobnas Ditolak

Bolmong,PilarSulut.com – Penyebab keengganan Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow, Welty Komaling yang juga kader PDI Perjuangan Kabupaten Bolmong, tidak mau menandatangani dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perlahan lahan mulai terungkap.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang dalam keterangan pada salah satu media local, menjawab tudingan yang dikatakan Welty Komaling dimana terdapat perbedaan angka yang cukup jauh antara KUA PPAS dan Ranperda APBD.

Angka pendapatan, belanja dan defisit yang ada pada saat paripurna penetapan APBD 2018, sesuai dengan Nota Keuangan yang disampaikan oleh eksekutif pada Rapat Paripurna DPRD pembicaraan Tingkat I APBD 2018, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bolmong. ”Angka tersebut juga telah sesuai dengan nota kesepakatan antara eksekutif dan legislatif pada saat penandatanganan KUA PPAS menjadi KUA PPA 2018,” kata Sekda.

Ia menambahkan, sebelum penandatanganan kesepakatan KUA PPA, ada pembahasan antara Banggar dan TAPD, di dalam pembahasan tersebut ada beberapa rekomendasi Banggar yang kemudian ditindaklanjuti oleh eksekutif, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditambah sesuai dengan Nilai Kendaraan Pemda yang akan dilelang, ada kegiatan peningkatan jalan di Kecamatan Lolayan yang dipending karena belum prioritas, DAK dukungan Layanan Kesehatan sebesar kurang lebih Rp 31 M diminta untuk dirinci dan disesuaikan sumber dan besaran anggarannya.

Penyesuaian hasil rekomendasi Banggar tersebut yang kemudian mempengaruhi perubahan pendapatan, belanja dan defisit. Tapi proses ini sudah disepakati pada saat penetapan KUA PPA 2018 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD. Tahlis juga mengakui, memang ada permintaan Ketua DPRD yang tidak dapat disetujui oleh pihak eksekutif, yaitu pengadaan Kendaraan Dinas Roda 4 untuk pimpinan DPRD. Pihak eksekutif tidak menyetujui permintaan ketua DPRD, karena Pengadaan Kendaraan Dinas bagi pimpinan DPRD tidak ada dalam (Rencana Kerja) Setwan tahun 2018. ”Berdasarkan Renstra Setwan 2017-2022, nanti akan dianggarkan pada Tahun 2019 kepada Pimpinam DPRD yang terpilih berdasarkan hasil Pemilu legislatif Tahun 2019,” pungkas Sekda.

Adanya permintaan dari Ketua DPRD Bolmong pada pihak Pemerintah Kabupaten Bolmong, jadi perhatian Ketua Umum HMI BMR. Menurut Sutrisno Tola, bisa jadi ketidak hadiran dari Ketua DPRD dalam rapat paripurna ada unsure kesengajaan “Patut diduga, Ketua DPRD (Welty Komaling) sengaja tidak hadir karena usulan mobil Dinas ditolak Tim anggaran Pemkab Bolmong. Kalaupun alasannya dia (Welty) tidak terlibat dalam pembahasan yang lain, kenapa sebagai Ketua DPRD tidak melibatkan diri, inikan konyol namanya. Rakyat harus menanya komitmen saudara Welty duduk di DPRD, apakah untuk memperkaya diri dengan fasilitas Negara atau duduk dan memperjuangan aspirasi rakyat,”ujar Ino sapaan akrabnya.

“Ingat dalam APBD 2018 ada banyak program kerakyatan yang disiapkan Pemerintah Yasti dan Yanni, jika ini tidak bisa terealisasi ditahun 2018 maka masyarakat Bolmong harus meminta pertanggungjawaban dari Ketua DPRD, Welty Komaling,”sambung Ino, sembari menambahkan, sangat wajar jika usulan dari Ketua DPRD ditolak Pemkab Bolmong “Menggarkan belanja yang tidak ada dalam Renja itu pelanggaran,”tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling pada salah satu Media memberikan penjelasannya terkait keenggan menandatangani dokumen APBD 2018.  Dalam dokumen KUA PPAS yang ditandatanganinya, ada perbedaan angka yang signifikan antara KUA PPAS dan Ranperda APBD yang sudah diparipurnakan oleh teman-teman yang membahasnya. “Angka defisitnya yang berubah drastis. Nah, saya yang tidak terlibat dalam proses pembahasan tidak mau ambil resiko kenapa itu terjadi perubahan. Lagian, ada satu fraksi juga yang menolak paripurna karena merasa tidak dilibatkan dalam proses itu,”jelasnya.

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *