Banner Bawah Utama

Pensiunan Dan Karyawan PDAM Dipastikan Terima Dana Pensiun Mulai Januari 2018

Pensiunan Dan Karyawan PDAM Dipastikan Terima Dana Pensiun Mulai Januari 2018

Kotamobagu,PilarSulut.com – Kabar gembira bagi pensiunan dan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bolaang Mongondow, pasalnya dana pension yang smpat menjadi polemik antara pensiunan, karyawan dan Direktur Utama (Dirut) PDAM lama, Hasni Wantaswn  beberapa waktu lalu, saat ini telah mendapatkan kepastian.

Bahkan kabar dimana, Dana Pensiun Bersama Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi) sebesar Rp 2,7 Miliar yang telah jatuh tempo dan tidak bisa dibayarkan lagi pada pensiunan dan karyawan PDAM saat ini sudah mendapatkan kebijakan dari Dirut Dapenma Pamsi dan Otoritas Jaka Keuangan (OJK) RI.

Adapun kebijakan tersebut berkat langkah dari Dirut PDAM yang baru Irwan Paputungan yang dipercayakan oleh Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow untuk melakukan pembenahan serta pengolahan PDAM.

Irwan yang ditemui awak media diruang kerjanya berbicara panjang lebar soal perjuangannya mendapatkan kembali Rp 2,7 Miliar hak pensiunan dan karyawan PDAM. Perjuangan Irwan ini cukup menarik sebab hanya bermodalkan mulut tanpa membawah uang setoran sebesar Rp 2,7 Miliar.

“2,7 Miliar yang ada di pada Dapenma Pamsi itu sudah diputuskan tidak bisa dicairkan lagi, karena sejak 2010 tidak pernah menyetor. Dan surat keputusannya juga sudah diterbitkan antara Dirut Dapenma Pamsi dan OJK. Namun saya tidak putus asa, saya minta bisa dipertemukan dengan pengambil kebijakan di Dapenma Pamsi yaitu Dirut, dan alhmadulilah pada Jumat pecan lalu saya bisa bertemu. Dalam pertemuan tersebut hadir juga dari OJK, dan alhamdulilah diputuskan Dapenma Pamsi akan membayarkan dana pension Rp 2,7 Miliar. Padahal kewajiban tersebut tidak pernah disetorkan,”urai Irwan.

Sedangkan waktu pembayaran menurut Irwan, akan mulai dilakukan pada akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018 “Dana pension mulai akan diterima sekitar Desember 2017 atau Januari 2018, kami tinggal melengkapi administrasi pembayaran. Namun, saat kebijakan itu diambil oleh Dapenma Pamsi saya disodorkan syarat, yaitu harus bersedia membayarkan iuran setiap bulan Rp 43 juta, dan cicilan dari Rp 2,7 Miliar setiap bulannya Rp 15 juta sampai lunas. Saya optimis ini bisa dilakukan dengan pengelolan keuangan dan manajemen yang baik,”jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang pernah berkiprah di BRI selama 29 tahun itu mengungkapkan apa yang jadi motivasinya sehingga bisa melakukan komunikasi sampai jajaran tertinggi Dapenma Pamsi “Kemampuan Bupati Bolmong, Yasti S Mokoagow dalam melakukan lobi yang jadi motivasi saya. Sehingga saya sebagai anak buahnya harus bisa seperti beliau,”ungkapnya.

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *