Banner Bawah Utama

Gelar Upacara, Pemkab Bolmong Peringati Hari Sumpah Pemuda

Gelar Upacara, Pemkab Bolmong Peringati Hari Sumpah Pemuda

Bolmong,PilarSulut.com – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow mengelar upacara memperingati hari Sumpah Pemuda ke 89. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Yanny R Tuuk. Peringatan Sumpah Pemuda berlangsung di depan Kantor Bupati Bolaang Mongondow. Senin (30/10)

img_20171030_084709

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Bolmong, Ketua Tim Pengerak PKK Bolmong, Kasdim Bolmong, Kepala BNK Bolmong, Kapolsek Lolak, Para Pimpinan SKPD, Seluruh ASN Pemkab Bolmong, dan para Siswa SMA/SMP.

Sebelum membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Wakil Bupati menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat bagi sejumlah Pejabat Pemkab Bolmong dan ASN.

img_20171030_083128

Usai menyerahkan SK kenaikan pangkat Wakil Bupati Bolmong, Yanny R Tuuk membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga. Delapan puluh Sembilan tahun yang lalu tepatnya 18 Oktober 1928, 71 pemuda dari penjuru tanah air mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia.  Sungguh, ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Sumpah pemuda ini dibacakan dalam kongres Pemuda – 2, yang dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan Daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah kongres, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau pulau terjau di Indonesia. Secara imaginative hal ini sulit rasanya membayangkan mereka bisa bertemu dengan mudah.

img_20171030_081841

Dari belahan barat Indonesia, terdapat nama Mohamad Yamin, seorang pemuda kelahiran Sawo Luntu Sumatera Barat , yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Indonesia bagian timur, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran Kota Ambon Maluku, mewakili  organisasi pemuda Ambon.

Mereka ini memiliki latar belakang suku, agama, bahasa, dan adat yang berbeda. Namun, fakta sejarah menunjukkan lain, bahwa sekat dan batas batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita cita besar Indonesia. Inilah yang kita sebut dengan “Berani Bersatu”.

img_20171030_081758

Para Pemuda, dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia Pertama, Bung Karno pernah menyampaikan : “Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda, kalau sekedar mewarisi abu, saudarh saudarah akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air, tapi itu bukan tujuan akhir.

Pesan yang disampaikan Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi para generasi muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil, dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus bisa melawan ego kesukuan, keagamaan, dan kedaeraan kita. Ego ini yang kadang kala mengemukan dan mengerus persatuan kita sesama anak bangsa. (Advetorial)

 

Penulis : Abdi F Sutomo

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *