Banner Bawah Utama

2017, Desa di Minahasa Kecipratan Dana Rp 1 Miliar

2017, Desa di Minahasa Kecipratan Dana Rp 1 Miliar

Minahasa, Pilarsulut.com – Tahun 2017, semua desa di Minahasa akan memperoleh dana sebesar Rp 1 Miliar. Hal ini disampaikan kapela BPMD Minahasa, Djeffry Sajow, Senin (02/01).

Hanya saja, tidak semua desa kecipratan jumlah yang sama, tapi tidak akan kurang dari Rp 1 miliar. Tergantung dari jumlah anggaran yang akan masuk ke desa.

Sumber anggaran yang akan masuk ke desa yaitu Dana Desa Rp 171,6 miliar, Alokasi Dana Desa Rp 68,7 miliar, hasil bahagi pajak Rp 2,8 miliar, dan retribusi mencapai Rp 2,5 miliar. Sehingga jika ditotal, dana yang akan masuk di desa mencapai Rp 245 miliar.

“Silahkan dibagi ke 277 desa, sudah bisa dilihat berapa jumlah rata-rata yang akan diterima oleh desa yaitu mencapai Rp 1 miliar lebih,” jelas Sajow.

Dikatakannya, desa Pinaesaan mendapatkan dana paling kecil, yaitu desa  dengan anggaran Rp 1,033 miliar. sementara dana paling besar akan diterima oleh desa Senduk yaitu Rp 1,99 miliar.

“Dana tersebut akan disalurkan ke desa secara bertahap, jika sudah ada laporan pertanggungjawaban penggunaan dana sebelumnya dari desa,” kata dia.

Ditambahkannya, dana yang cukup besar masuk di desa ini, pengelola keuangannya tak boleh asal-asalan, untuk sistem pelaporannya, pihak desa harus diberikan pelatihan terlebih dahulu.”Pelatihan sudah kita berikan beberapa kali,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Minahasa, Deni Kalangi, mangatakan bahwa perlu dilakukan pengawasan, sebab, dana tersebut cukup besar dan rawan penyimpangan.

“Cara pengelolanya berbeda antara yang sekolah dengan yang tidak, jadi harus berhati-hati,” kata dia.

Ia juga meminta agar anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar sesuai dengan pekerjaan. Pengawasan juga harus lebih diperketat oleh lembaga hukum seperti KPK.

“Pemanfaatannya harus tepat sasaran, tidak boleh ada proyek fiktif yang bisa menjerumuskan hukum tua,” jelas dia.

Ia juga meminta untuk pekerjaan anggaran di desa tahun 2016 harus diperiksa.”Kami banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat,” katanya. (*)

 

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *