Banner Bawah Utama

Wakil Walikota ; Pengelolaan UDK Butuh Kajian lebih Hati – Hati

Wakil Walikota ; Pengelolaan UDK Butuh Kajian lebih Hati – Hati

Kotamobagu,PilarSulut.com – Niatan Pemerintah Kotamobagu untuk membantu pengelolaan Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) nampaknya tidak akan berjalan mulus. menurut Wakil Walikota pembentukan yayasan yang baru, nantinya akan menangungi UDK tidaklah gampang, Pemerintah harus melakukan kajian yang lebih mendalam.

“pengelolaan UDK oleh Pemerintah Kotamobagu dengan membantu pembuatan Yayasan baru, harus dilakukan dengan kajian yang sangat hati – hati, dan tidak mengedepankan pencitraan. Apa sebab harus dilakukan dengan sangat hati – hati, karena ini menyangkut keberlangsungan UDK kedepanya,”Terang Wakil Walikota.

Disamping itu Lanjut birokrat senior dan tokoh pendidikan BMR, Pemerintah Kotamobagu tidak bisa secara sendiri membantu pengelolaan UDK, harus melibatkan 4 Daerah yang ada di BMR ini “Berdasarkan komunikasi saya dengan pihak dikti, pengelolaan UDK tidak bisa hanya melibatkan Pemerintah Kotamobagu, melaikan harus melibatkan seluruh Daerah yang ada di BMR. Pemda se BMR harus mengaransi keberlangsung UDK, ini perhitungan bukan hanya 1 sampai 5 tahun saja, tapi ini jangka panjang,”Jelas Wakil Walikota.

“Keberlangsungan UDK itu tergantung dari bantuan hiba oleh Pemerintah Kotamobagu, sementara itu Pemerintah memberikan bantuan harus berdasarkan pada regulasi, bantuan hiba tidak bisa diberikan setiap tahun. Disinilah peran dari Daerah lain yang ada di BMR untuk saling mengisi,”Kata Jainuddin.

Saat ditanyakan besaran dana hiba yang kemungkinan akan diberikan oleh Pemerintah Kotamobagu dalam setahun, menurutnya dapat mencapai Rp 4 Miliar “Kemungkinan bisa mencapai Rp 4 Miliar, ini berdasarkan perhitungan saya yang punya pengalaman mendirikan perguruan tinggi. 4 Miliar hanya untuk membiayai gaji dosen, itupun gaji standar perjuangan. Dan membiayai 10 program studi (prodi), sedangkan untuk inflasturktur harus mengangarkan lagi,”Ujar Jainuddin.

Diapun berharap agar pihak UDK tidak tersebak pada kepentingan sesaat, dan dapat mengabaikan keberlangsungan UDK dimasa yang akan datang “Kita semua tentunya menginginkan UDK yang lebih baik lagi, sehingga civitas akademik UDK jangan tergiur pada kepentingan sesaat, yang hanya menjanjikan perbaikan tanpa perhitungan yang tepat”.Tutup Jainuddin Damopolii. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *