Banner Bawah Utama

Sulitnya Mendapatkan Sosok Mokodongan, Pendaftaran Sekdaprov Masih Kosong

Sulitnya Mendapatkan Sosok Mokodongan, Pendaftaran Sekdaprov Masih Kosong

Manado, PilarSulut.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) mempunyai peranan penting dan strategis dalam mengawal serta menyukseskan program-program Gubernur dan Wakil Gubernur. Memahami betul arah kebijakan kepala daerahnya.

Membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada Kepala Daerah.

Sekretaris Daerah diangkat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan. Sekretaris Daerah mempunyai kedudukan sebagai pembina PNS di daerahnya dan posisi ini menjadi jabatan paling puncak dalam pola karier PNS di Daerah. Untuk itu, posisi ini juga jadi idaman dan rebutan dikalangan PNS.

Namun anehnya, di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri telah dibuka pendaftaran posisi tersebut tapi sayangnya hingga saat ini belum juga ada yang berani mendaftar sehingga saat ini pendaftaran Calon Sekdaprov Sulut masih kosong.

“Belum ada yang mendaftar, baik lewat online maupun dokumen fisik,”beber Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Femmy Suluh kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/08).

Dirinya mengatakan mungkin calon pelamar sedang melengkapi berkas.

Ia berharap sampai tanggal 9 agustus sudah ada yang mendaftar sehingga pada tanggal 12 agustus sduah diumumkan siapa saja yang lulus administrasi. Meski demikian, jika tanggal yang ditetapkan dan belum juga ada yang mendaftar maka Panitia Seleksi (Pansel) akan membuka kembali gelombang berikut.

“Kami akan umumkan kembali dan dibahas di pansel untuk dibuka kembali pendaftaran,” ujar Suluh.

Dengan masih kosongnya pelamar, akhirnya menimbulkan desas -desus dikalangan ASN gedung putih.

“Mungkin yang ingin mendaftar malu-malu kucing karena tak mampu mengimbangi Sekprov yang sekarang ini yakni Ir. Siswa Rahmad Mokodongan,” ujar salah satu ASN Pemprov Sulut  yang tidak mau menyebutkan namanya. (Khay)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *