Banner Bawah Utama

Pemkot Kotamobagu Rencana Kembangkan Bakteri Wolbachia

Pemkot Kotamobagu Rencana Kembangkan Bakteri Wolbachia

Kotamobagu,PilarSulut.com – Upaya pemberantasan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dangue (DBD) pada manusia, terus dilakukan oleh Pemerintah Kotamobagu. saat ini Pemerintah Kotamobagu merencanakan pengadaan bakteri Wolbachia, yang diprediksi dapat menekan akan penderita DBD.

Bakteri Wolbachi sendiri telah dikembangkan oleh Universitas Gaja Mada (UGM) bekerja sama dengan WHO, dan sudah di uji cobakan pada wilayah endemic DBD Kabupaten Sleman.

Bakteri Wolbachi nantinya akan disuntikan pada nyamuk aedes aegypti jantan, sehingga nyamuk aedes aegypti tidak akan memiliki virus Dangue, yang dapat membahayakan manusia. Untuk itu Pemerintah Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan sedang mempertimbangkan pengadaan bakteri wolbachi untuk dikembang biakan di Kotamobagu.

Menurut Sekretaris Dinkes Ahmad Yani Umar pada awak media, Pihaknya sedang memperhitungkan biaya yang akan dikeluarkan, dan akan mengakaji manfaat yang didapat dengan di datangkanya bakteri ini.

“Memang dari sisi manfaat, bakteri wolbachi ini sudah terjamin, sebab sudah diuji cobakan pada Daerah endemic, seperti Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dan bisa menekan angka penderita DBD,”Jelas Yani.

Namun, Kata yani untuk mendatangan bakteri tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, apa lagi untuk mengembangbiakan nyamuk yang telah disuntikan bakteri tersebut “Butuh biaya yang besar, sebab kita akan mengembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang sudah disuntikan bakteri wolbachia, dan selanjutnya dilepaskan di lokasi endemic di Kotamobagu,”Katanya.

Iapun berharap bila anggaran Daerah tidak memungkin untuk membiayai pengadaan bakteri tersebut, warga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), PHBS dapat mencegah bertumbuhnya nyamuk aedes aegypti “Bila anggaran tidak mencukupi warga diharapkan dapat menerapkan PHBS dilingkungan tempat tinggalnya. Warga jangan berharap pada fogging, sebab fogging bisa dilakukan jika ada penderita DBD di lokasi tersebut, fogging tidak bisa dilakukan bila tidak ada penderita, karena fogging itu mengadung racun yang dapat mengangu kesehatan,”Harap Yani. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *