Banner Bawah Utama

Laporan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw Kepada Rakyat Sulut

Laporan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw Kepada Rakyat Sulut

ODSK Fokus Selesaikan Kemiskinan, Bangun Daerah dari Pinggiran dan Majukan Sulut Melalui Pariwisata

Manado, PilarSulut.com – Enam bulan sudah kepemimpinan OD-SK sejak 12 Februari sampai 12 Agustus 2016 di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara. Berjuang dengan kerja dan dengan tulus ikhlas mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara tercinta, dari Miangas hingga Pinogaluman, melalui Visi, Misi dan Ringkasan Kinerja yang terpapar melalui laporan sebagai berikut:

ISI SULAWESI UTARA 2016-2021
Terwujudnya Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik serta berkepribadian dan berbudaya.

MISI SULAWESI UTARA 2016-2021

1.Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sector pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industry dan jasa;
2.Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;
3.Mewujudkan Sulawesi utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing;
4.Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;
5.Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;
6.Mewujudkan Sulawesi utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Timur;
7.Mewujudkan Sulawesi utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik;laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut2PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH:
Target pendapatan tahun anggaran 2016 ditetapkan sebesar Rp.3.001.754.654.000,- dengan jumlah capaian pada semester pertama tahun 2016 sebesar Rp.1.415.817.666.415,- atau mencapai 47,17%. Sedangkan untuk Belanja Daerah ditargetkan sebesar Rp.3.060.766.551.091,- dengan jumlah serapan capaian kinerja sebesar Rp.1.177.607.198.415,- atau sebesar 38,47%.

Di Tahun 2016 ini, Pemerintah Sulawesi Utara mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk pengelolaan keuangan Tahun 2015.

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut3PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH:
Selang bulan Januari sampai Mei 2016 realisasi pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp.308.094.643.442,- atau sebesar 31,41% dari target sebesar Rp.980.941.990.000,- dan dari Pendapatan Asli Daerah lainnya realisasi sebesar Rp.3.131.163.070,- atau sebesar 7,52% dari target sebesar Rp.41.650.000.000,- Sehingga jumlah keseluruhan realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.311.225.806.512,- atau sebesar 30,43% dari total target sebesar Rp.1.022.591.990.000,-.

Secara garis besar ringkasan capaian kinerja Pemerintahan OD SK selang Bulan Februari hingga Agusutus 2016, adalah sebagai berikut:

1.Ground breaking peresmian pencanangan awal pekerjaan river improvement of lower weaknes of tondano river atau proyek penyelamatan DAS Tondano.
2.Membangun kemitraan dengan perbankan untuk membantuk mengtaskan kemiskinan di Sulawesi Utara, melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang diarahkan untuk membantuk masyarakat miskin.
3.Pelaksanaan Festival Bunaken yang merupakan entry point menuju Sulawesi utara sebagai destinasi destinasi pariwisata dunia.
4.Mendorong tetap terciptanya kerukunan dan kedamaian di sulut melalui silahturahmi ke tokoh agama dan tokoh masyarakat.
5.Untuk membangun harmonisasi hubungan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota secara regular dengan melakukan kunjungan kerja di kabupaten kepulauan talaud, kabupaten kepulauan sangihe serta pulau-pulau terluar, juga kunujungan ke Kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara, termasuk kunjungan safari rahmadan di lapangan sangihe;
6.Terjun langsung membantu warga masyarakat sangihe yang terkena musibah bencana alam.
7.Melakukan peresmian paket proyek di minahasa selatan, yaitu pasar Motoling, Pasar Tumpaan, Pasar Tareran, Pasar Modoinding, Jembatan Motoling, Jembatan Rumoong Lama dan jalan Lalumpe-Kroit-Ranoyapo;
8.Memfasilitasi pembebasan Warga Sulut yang disandra oleh kelompok teroris abu sayaf di Philipin melalui Kementerian Luar Negeri;
9.Menyerahkan bantuan kendaraan operasional penanggulangan bencana kepada pemerintah kabupaten/kota berbentuk mobil truk, motor resque, mobil dapur umum lapangan dan mobil reque tactical unit (RTU);
10.Bersama-sama dengan Bupati/Walikota se-Sulawesi Utara melakukan pertemuan dengan Anggota Legislatif (DPR) asal Sulawesi Utara, guna menyampaikan aspirasi terkait dengan program strategis masing-masing daerah;
11.Melakukan kegiatan buka puasa bersama dengan masyarakat Sulawesi Utara di Lapangan Koni Sario Manado;
12.Melakukan pencanangan gerakan Perkebunan Idola Menuju Sulut Hebat Untuk Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (PRIMA OD-SK) di minahasa dengan target revitalisasi 5 juta bibit cengkeh;
13.Melakukan peresmian terhadap rumah-rumah ibadah (Gereja dan Masjid) di semua wilayah Sulawesi Utara;
14.Melakukan kegiatan save our internal life bersama dengan korps marinir dengan penanaman dan transplantasi terumbu karang di Pantai Bobocah Malalayang;
15.Memfasilitasi pelaksanaan kejuaraan terjun payung Manado Internasional Open Paracuting sebagai salah satu daya tarik untuk wisata sport di Sulawesi Utara;
16.Melakukan gerakan save bunaken dan bersih-bersih pantai sebagai ikon pariwisata dan daya tarik pariwisata Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan kegiatan transplantasi terumbu karang, penanaman mangrove, sosialisasi sadar dan bersih lingkungan;
17.Melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Talaud, menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat Desa Dampulis dan Marampit serta mencanangkan desa Dampulis sebagai desa bebas miras di Kabupaten Kepulauan Talaud;
18.Melobi pemerintah pusat, berbagai kementerian untuk berbagai kebijakan yang menguntungkan pembangunan warga Sulawesi Utara;
19.Melakukan test urine dan test narkoba bagi seluruh pejabat di Lingkungan Pemprov. Sulut melalui BNN Sulut, dengan hasil negatif untuk semua pejabat di lingkungan pemprov. Sulut termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara;
20.Telah terlaksana paket tayang lelang E-Procurutment melalui LPSE Sulut :
-APBD sebanyak 360 Paket dengan Pagu Anggaran Rp. 638.261.510.000,-
-APBN sebanyak 30 Paket dengan Pagu Anggaran Rp. 41.310.665.000,-
-Instansi Vertikal sebanyak 8 Paket dengan Pagu Anggaran Rp. 14.158.495.000,-

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut4PERTUMBUHAN EKONOMI:
Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I-2016 tumbuh 5,96% melambat dibanding Triwulan I-2015 sebesar 6,40%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 12,41% Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Impor Luar Negeri sebesar 16,01%.

Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I tahun 2016 tumbuh -11,92% bila dibandingkan Triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh efek musiman perekonomian Sulawesi Utara diantaranya berakhirnya perayaan keagamaan dan tahun baru di Triwulan IV 2015 dan belum dimulainya proyek-proyek pembangunan oleh pemerintah. Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto yang tumbuh Minus 18,17%.

Perekonomian Sulawesi Utara Triwulan II-2016 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 24,36 Triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 18,24 Triliun.Pada Semester Pertama Tahun 2016, terjadi Penurunan angka kemiskinan sebesar 0,5% dari 8,9% menjadi 8,4%. Keberhasilan ini merupakan kontribusi nyata dari kinerja Pemerintah yang dielaborasikan dengan dukungan dan kerja nyata dari segenap unsur masyarakat Sulawesi Utara.

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut_laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut7laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut6PENDIDIKAN:
1.Angka partisipasi kasar (APK), untuk SD sebesar 112,95; SMP 103,88 dan untuk SMA 82,02;
2.Angka Partisipasi Murni (APM) SD 95,89; SMP 76,26 dan SMA 60,06;
3.Rata-Rata Nilai UN SMP, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 71,06; Bahasa Inggris 68,02; Matematika 66,42 dan IPA 66,89;
4.Rata-Rata Nilai UN SMA IPS, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 62,23; Bahasa Inggris 64,62; Matematika 59,96; Ekonomi 55,50; Sosiologi 57,48 dan Geografi 48,28;
5.Rata-Rata Nilai UN SMA IPA, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia 70,72; Bahasa Inggris 73,07; Matematika 64,91; Fisika 71,68; Kimia 61,03 dan Biologi 63,86;
6.Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) khusus SMA dan SMK sebesar Rp.3.948.975.000 realisasi di bulan Agustus;
7.Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp.239.500.200.000 atau dengan prosentase 49% dari yang ditetapkan sebesar Rp.494.820.200.00;
8.Bantuan bea siswa untuk S1 sebesar Rp.1.230.000.000 untuk 164 penerima; S2 sebesar Rp.1.275.000.000,- untuk 102 penerima dan S3 sebesar Rp.1.075.000.000 untuk 43 penerima;
9.SMK Sulut meraih Indeks Integritas Ujian Nasional Tertingggi;
10.Mata Pelajaran IPS dan IPA Masuk 10 besar Indeks Integritas Ujian Nasional
11.Bantuan masuk perguruan tinggi untuk 400 penerima sebesar @Rp.2.100.000,-.
12.Bantuan Operasional Daerah bagi Siswa Kesetaraan (ODSK) berprestasi tingkat SMA/SMK, kategori Adaptasi Kebudayaan sebanyak 10 orang dan kategori Adaptasi Pariwisata sebanyak 10 orang dan sejumlah siswa berprestasi lainnya.

KESEHATAN:
1.Persentase Balita gizi buruk di semester pertama 2016 ini, mencapai angka 0,02%.
2. Umur Harapan Hidup terus meningkat hingga mencapai 70,94 tahun.
3. Penurunan sebesar 15% terjadi pada Angka Kematian Ibu (AKI) dari 37 kasus kematian ibu melahirkan pada semester pertama periode Januari s/d Juni 2015, turun menjadi kasus 24 kasus kematian ibu melahirkan pada periode yang sama di tahun 2016.
4.Cakupan kematian Neonatal per 1.000 Kelahiran Hidup selang bulan Januari sampai dengan Juni 2016 sebesar 110 kasus kematian, menurun dibandingkan dengan periode januari s/d Juni 2015 yang mencapai 122 kasus kematian neonatal atau mengalami penurunan kasus sebesar 9,8%.
5.Indikator prevalensi gizi kurang dan buruk balita dengan Berat Badan Rendah/kekurangan gizi (BGM) pada periode januari s.d Juni 2016 terjadi penurunan 31,25% atau turun menjadi 1562 kasus.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, selain upaya promotif dan preventif juga diperlukan upaya kuratif dan rehabilitatif yang antaralain dapat diperoleh melalui rumah sakit dan sarana prasarana kesehatan lainnya. Hingga semester pertama tahun 2016 ini, jumlah Rumah Sakit di Provinsi Sulawesi Utara telam mencapai 39 Unit yang dikelompokkan Rumah Sakit Pemerintah sebanyak 17 Unit, Rumah Sakit Swasta sebanyak 17 Unit dan Rumah Sakit TNI/POLRI sebanyak 5 Unit, disamping itu juga terdapat 187 unit puskesmas, 2.094 posyandu serta 550 unit poskesdes/Polindes yang tersebar dari kota hingga pelosok desa.

Ratio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2015 sampai dengan periode januari s/d juni 2016 sudah memenuhi konsep wilayah kerja puskesmas, dimana rata-rata satu unit puskesmas melayani 12.933 penduduk. Ini berarti puskesmas yang ada sudah dapat menjangkau sasaran penduduk di wilayah kerjanya.

Masuknya Rumah Sakit DR. Sam Ratulangi Tondano Kabupaten Minahasa sebagai Rumah sakit yang terakreditasi, sehingga mendapatkan pengakuan dari pemerintah, karena telah memenuhi standard dan manajemen yang ditetapkan.

Untuk periode januari sampai dengan Juni 2016 mulai dilaksanakan proses akreditasi di seluruh puskesmas se Sulawesi Utara, dimana diharapkan pada akhir tahun 2016 telah terakreditasi minimal 20 puskesmas di 20 kecamatan.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang kesehatan mata, pemeriksaan mata kepada 7.221 pasien dengan jumlah penerima kacamata sebanyak 5.332 orang. Screening katarak dan Screening kelainan refraksi pada anak sekolah, pengobatan mata, pembagian kacamata bagi masyarkat yang membutuhkan, serta pelaksanaan operasi katarak bagi masyarkat kurang mampu dengan jumlah penerima kacamata sebanyak 1.579 orang pasien serta tindakan operasi kepada 17 orang.

Pelaksanaan Pekan Immunisasi Polio di Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan pada tanggal 8 s.d 15 Maret 2016 dengan sasaran balita (anak usia 0-59 bulan).

Peringatan Hari Anak Nasional 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2016 dengan pusat kegiatan di kantor Gubernur Sulawesi Utara.

PEKERJAAN UMUM:
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Airmadidi-Kauditan
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruasKauditan-Kema;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Ulu-Ondong-Talawid;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Sukur-Likupang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Ratahan-Amurang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Modayag-Molobog;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Makalisung-Kombi-Toliang Oki;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tondano-Remboken-Kakas;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tondano-Kembes-Manado;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Sonder-Tincep-Maruasey;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tomohon-Tanawangko;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tanawangko-Kumu-Popontolen;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Pinogaluman-Labuan Uki;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Wasian-Simbel-Wailang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Mapanget-Molas;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tatelu-Klabat-Danowudu;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lingkar Pulau Lembeh;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Pontak-Kalait-Lobu;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Pontodon-Insil-Palelon;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas S. H. Sarundajang (Bitung);
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Togid-Kokapoy-Kakenturan;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Rumoong Bawah-Elusan-Tewasen;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Jl. Toar Lumimuut-Daan Mogot;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Ponompiaan-Serasi-Totabuan;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Inomunga-Komus-Tuntung;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Laine-Ngalipaeng-Pintareng;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Manganitu-Manumpitaeng-Miulu;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Manumpitaeng-Petta;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Pintareng-Manalu;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lenganeng-Raku-Naha;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Langowan-Atep-Temboan;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Remboken-Kawangkoan;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tandengan-Tulap-Kora-Kora;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lingkar Timur Tomohon;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lirung-Kolongan-Balang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lirung-Balang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Tarohan-Pulutan;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Lirung-Bitunuris;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Jln. Sam Ratulangi (Manado);
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Warembungan-Sea-Malalayang;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Dimembe-Paniki;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Matungkas-Paniki;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Kalasey-Sea;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Jl. Lingkar Tomohon-Rurukan-Sasaran;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas SP3 Tataaran-Unima-Tondano;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Kasuang-Patar-Tataaran-Remboken;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Liwutung-Tababo;
-Rehabilitasi jalan dan jembatan ruas Jln. Hasanudin 18 (Manado).

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut12PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI:
-Mendorong diterbitkannya Kepres Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan di Bandara Sam Ratulangi Manado;
-Pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari Manado-Tiongkok-Taiwan yang dilayani oleh Lion Air, City Link Air dan Sriwijaya Air;
-Meningkatnya kunjungan dari mancanegara selang 2016 mencapai 10.000 orang, sebagai akibat dibukanya penerbangan langsung dari luar negeri menuju Manado;
-Lanjutan pembangunan pelabuhan Container Bitung;
-Penyelenggaraan Diklat Gratis Kerjasama Dishub Kominfo Prov. Sulut dengan BPSDM Kemenhuh BP2IP Amurang, untuk peningkatan SDM Kepelautan kepada 200 orang masyarakat umum dengan pendidikan minimum smp dan usia 17-35 tahun untuk 4 (empat) jenis pendidikan, yaitu: Basic Safety Training (BST), Medical Emergency First Aid (MEFA), Advanced Fire Fighting (AFF), Security Awareness Training (SAT);
-Pengadaan kapal penyeberangan 750 GRT untuk melayani lintasan Amurang-Pananaru-Marore (rencana pengoprasian September 2016);
-Penyelenggaraan mudik lebaran gratis (kerjasama Dishub Kominfo Prov. Sulut, Dirlantas Polda Sulut, Asuransi Jiwasraya);
-Percepatan pembangunan jalur kreta api Manado-Bitung (fasilitasi penetapan trase dan pembebasan lahan);
-Penyuluhan pemanfaatan teknologi informatika bagi siswa SMA (Internet Sehat) dan Kelompok Usaha Masyarakat (pemasaran via internet);
-Meresmikan beroperasinya 12 pelabuhan laut di Sulawesi Utara, yaitu: pelabuhan Tahuna, Petta, Buhide, Kalama, Lipang, Kahakitang, Kawaluso, Matutuang, Kawio, Sawang, Buhias dan Amurang;
-Terpasangnya 20 unit rambu lalu lintas ruas jalan Manado-Kombos-Simpang Tiga Kairagi;
-Terpasangnya 67 unit rambu lalu lintas ruas jalan Tondano-Kembes-Manado;
-Terpasangnya 40 unit rambu lalu lintas S.H. Sarundajang;
-Terpasangnya 100 unit rambu lalu lintas ruas jalan Toar Lumimuut-Daan Mogot;
-Terlaksananya fasilitasi konsultasi penandatanganan berita acara serah terima hibah media center 2010.

LINGKUNGAN HIDUP:
1.Penanaman pohon di sempadan sumber mata air merupakan kelanjutan program MDGs Sulut tahun 2012 sampai 2015 dengan capaian 100 mata air yang tersebar di 15 kabupaten dan kota. Selanjutnya tahun 2016, dialokasikan 12 lokasi mata air di kab/kota.
2.Melakukan Sosialisasi dan Besih-Bersih Sungai kepada Pemerintah dan masyarakat yang ada di sepanjang bantaran sungai di 3 (tiga) sungai yang ada di Kota Manado, yakni Sungai Tondano, Sungai Sario dan Sungai Malalayang dengan menggalang kerjasama dengan media massa dan melibatkan kurang lebih 300 personil yang terdiri dari Lantamal VIII, Polri, Korem 131 Santiago, LSM Brigade Manguni, BLH Kota Manado, Dinas Kebersihan Kota Manado, Lurah dan masyarakat yang ada di sekitar Sungai selama 3 (tiga) hari.
3.Mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota dan Masyarakat dalam mewujudkan Kota Bersih dan teduh (clean and green city) dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Governance (transparansi, partisipasi dan akuntabilitas).

URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA:
1.Pembibitan dan pembinaan olahragawan berbakat (atlit bulutangkis, karate) 15 orang di Manado
2.Pembibitan dan pembinaan olahragawan berbakat (atlit PPLP sebanyak 55 orang) di Marawas
3.Menyelenggarakan kompetisi paralayang Trip of Indonesia seri-2
4.Mengikuti kompetisi kejurnas berkuda di Salatiga
5.Menyelenggarakan PELATDA
6.Menyelenggarakan Tryout PON XIX
7.Menyelenggarakan kejuaraan daerah (kejurda berkuda, kejurda bulutangkis, kejurda catur, kejurda bridge, kejurda tinju dan kejurda Inkado)
8.Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana atlit keolahragaan yakni, peralatan olahraga yang dihibahkan kepada masyarakat, berupa meja tenis meja, bola volley dan bola kaki; pengecatan pagar GOR Wolter Mongisidi KONI Sario; pengadaan sound system di Std. Kawangkoan, GOR Arie Lasut dan Lapangan KONI Sario; Rehabilitas tribun mini lapangan KONI Sario; lintasan track pacuan kuda Tompaso dan pengecatan pagar beton pacuan kuda Tompaso.

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut9PENANAMAN MODAL DAN INVESTASI:
1.Dari target realisasi investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016, yakni sebesar 2,5 Triliun Rupiah, berhasil dicapai sebesar 1,35 Triliun Rupiah atau mencapai 54,15%, yang terdiri dari PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar 804 Milyar Rupiah dengan 96 Proyek dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar 549 Milyar Rupiah dengan 45 Proyek.
2.Adapun 5 (lima) sektor unggulan dalam periode ini adalah: Sektor Pariwisata (Hotel dan Restoran), Sektor Industri (berbagai jenis industri), Sektor Energi (Pembangkit Listrik, Gas, dll), dan Sektor Pertambangan.

KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH:
1.Penguatan Kelembagaan Koperasi sebagai elemen pertama penumbuhan perekonomian kerakyatan dengan sasaran 30 Koperasi;
2.Pemberian penghargaan kepada Koperasi yang berprestasi, untuk 2 (dua) Koperasi di Tingkat Nasional dan 7 (tujuh) Koperasi di Tingkat Provinsi.

URUSAN KETENAGAKERJAAN:
1.Kegiatan pameran bursa kerja (Job Fair) tahap pertama tahun 2016, yaitu jumlah perusahaan yang berpartisipasi 48 perusahaan, jumlah lowongan kerja 2588 lowongan dan jumlah pencari kerja yang mendaftar 1896 orang.
2.Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta kursus keterampilan kerja melalui balai latihan kerja sebanyak 936 orang.

URUSAN KETAHANAN PANGAN:
Dilakukannya pemantauan harga pangan pokok selama 3 bulan (Maret, April dan Mei 2016), Pemantauan ketersediaan pangan sampai bulan April 2016, 3 Gapoktan tahap penumbuhan dalam proses pencairan bantuan masing-masing sebesar Rp. 150.000.000, pelatihan penguatan kapastas, investigasi daerah rawan pangan, 58 KWT telah menerima bantuan masing-masing sebesar Rp. 10.000.000 (10 KWT di Kab. Minahasa, 10 KWT di Kab. Minsel, 10 KWT di Kab. Bolmong, 6 Gapoktan di Kab. Minut, 6 Gapoktan di Kab. Boltim, 4 Gapoktan di Kota Kotamobagu, 9 Gapoktan di Kab. Mitra, dan 3 Gapoktan di Kota Manado).

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN:
1.Fasilitas pemulangan dan penjemputan korban trafficking sebanyak 3 orang dari Mamasa dan Kalimantan Utara;
2.Pelaksanaan perlindungan anak yang holistic dan integrative di Provinsi Sulawesi Utara melalui:
-Pembentukan perlindungan anak berbasis dasa wisma, lembaga keagamaan dan sekolah di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dengan cakupan kelompok dasa wisma (60 kelompok), lembaga agama 50 kelompok, sekolah 20 kelompok (SMU-SMA-SMK-MA).
-Pembentukan sistim pelayanan satu pintu untuk penanganan anak korban kekerasan di P2TP2A Provinsi.
-Launching Kelompok Peduli Sahabat Anak di Sekolah-Sekolah.
-Tersusunnya Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang Holistik dan Integratif.
-Kampanye stop kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
-Deklarasi Stop Kekerasan kepada anak dan Perempuan.

KESATUAN BANGSA DAN POLITIK:
Sesuai Permendagri Nomor 42 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Dirjen Politik dan Pemerintahan Kementerian dalam Negeri telah melaksanakan evaluasi untuk periode b04 bagi pelaksanaan Rencana Aksi Penanganan Konflik Sosial tahun 2016 terhadap 34 (tiga puluh empat) Provinsi. Hasilnya Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan rangking ke 4 Wilayah Indonesia Timur dan rangking ke 7 Nasional.

Sedangkan untuk situasi dan kondisi kantramtibmas di wilayah Provinsi Sulawesi Utara sampai dengan saat ini masih kondusif. Kondisi ini tercipta berkat kerjasama dan Koordinasi yang baik dengan mitra terkait (TNI, POLDA, Kejati, BINDA serta FKUB, FKDM,FPK dan Forum Ormas, Toga,Tomas, Tokoh Pemuda dan elemen masyarakat lainnya).

OTONOMI DAERAH:
Dimana hubungan antara pemerintah/ekseskutif dengan legislatif telah berlangsung dalam kerangka hubungan kemitraaan yang harmonis sesuai perundang-undangan, dalam semester pertama tahun 2016 ini telah dihasilkan 2 Peraturan Daerah, 22 Peraturan Gubernur, 155 Keputusan Gubernur fasilitasi proses administrasi pejabat negara di daerah, serta proses pemekaran kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Bolang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. untuk urusan pemerintahan umum, ditandai dengan peningkatan kualitas hubungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam mengantisipasi berbagai isue strategis daerah dan terfasilitasinya proses penyelesaian batas wilayah pada beberapa kabupaten/kota.

Disamping itu, pemerintah provinsi berhasil mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil dan terluar. Segmen batas yang ada di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sudah ada beberapa Segmen terselesaikan untuk proses Permendagri yaitu: Batas Kab. Bolaang Mongondow Timur dengan Kab. Minahasa Tenggara, Kab. Bolaang Mongondow dengan Kab. Bolaang Mongondow Selatan, Kab. Minahasa Utara dengan Koota Manado, sementara untuk segmen batas yang akan direkomendasikan Pemerintah Prov. Sulut ke Kementerian Dalam Negeri yaitu: Segmen Batas Kab. Minahasa dengan Kota Tomohon, Kab. Minahasa dengan Kab. Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu dengan Kab. Bolaang Mongondow. Yang sudah diterbitkan Permendagri dan telah diserahkan yaitu: Segmen Batas Kab. Bolaang Mongondow Timir dengan Kab. Bolaang Mongondow Selatan, Kab. Minahasa Tenggara dengan Kab. Minahasa, Kota Kotamobagu dengan Kab. Bolaang Mongondow Timur, Kab. Bolaang Mongondow dengan Kab. Minahasa Selatan, Kab. Bolaang Mongondow dengan Kab. Bolaang Mongondow Utara dan Kab. Minahasa Utara degan Kota Bitung.

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut8

ELAUTAN DAN PERIKANAN:
-Jumlah Produksi Perikanan sampai dengan bulan Juli 2016 telah di capai 530.100,9 Ton yang terdiri dari produksi perikanan tangkap 95.645,9 Ton dan produksi perikanan budidaya 434.455.
-NTN Nelayan bulan Juni 2016 sebesar 101,12 meningkat 1,08 persen pada bulan Juli 102,94 persen, sedangkan NTN sektor perikanan Budidaya Bulan Juli menurun sebesar 0,34 persen dari 93,26 persen bulan Juni menjadi 92, 95 pada Bulan Juli.

PERTANIAN DAN PETERNAKAN:
Capaian produksi komoditas tanaman pangan sampai dengan bulan Juli 2016 sudah lebih dari 57,69%, capaian produksi ini diperoleh dari panen pada musim panen Januari-Juli. Sementara untuk hortikultura yang produksinya berorientasi agribisnis, rata-rata pencapaian produksinya sudah diatas 41,35%.

Pencapaian produksi peternakan rata-rata sudah diatas 50,01% dalam bentuk ketersediaan daging siap dipotong, data ini diperoleh dari konservasi populasi ternak yang umurnya siap potong ke produksi daging.

PERKEBUNAN:
Telah terfasilitasinya sarana produksi yaitu pupuk NPK (500 Ton) untuk meningkatkan produktifitas tanama perkebunan, terlaksananya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), perluasan areal perkebunan di 3 kabupaten (Minahasa, Minsel dan Mitra), tersalurkannya bantuan UPH minyak kelapa skala keluarga, 10 unit (80%) di Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan; UPH Kopra 10 unit (100%) di Bitung, Minut, Minahasa, Minahasa Tenggara, Minsel; UPH gula semut 12 unit (50%) di Minahasa Selatan, Kotamobagu, Tomohon;UPH pengering pala 2 unit ( (100%) di Minahasa Utara.

KEHUTANAN:
Pengadaan bibit untuk untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan di 9 Kabupaten/Kota sebanyak 208.000 bibit. Perubahan fungsi sebagain Cagar Alam Gunung Ambang menjadi Taman Wisata Alam (TWA), Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Usulan ± 3.379,97 Ha untuk pembangunan aksebiltas jalan Desa Tuduaog, Desa Kolingangaan, Pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Mopuya, aksesbilitas jalan Desa Sinsingon – Desa Manumbo. Dan Pembangkit Listrik Pertamina Geothermal Energi (PGE) dan kebun Hotikultura di Kab. Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur. Realisasi sesuai rekomendasi dari Tim Terpadu (TIMDU) seluas 3.232,73 Ha, serta Mengikuti pameran Indogreen Expo 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 25 – 29 Mei 2016 di Jakarta.

KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA:
Pelaksanaan promosi pariwisata di luar daerah (Kemilau Sulawesi di Bandung(25-27 Maret 2016), Deep Extreme di Jakarta (31 Maret-3 April 2016), Kuliner Nusantara di Jakarta (14-16 April 2016), Gebyar Wisata Nusantara di Jakarta (26-29 Mei 2016), Launching Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Jakarta (29 Mei 2016)) dan Asian Pacific Choir Games yanga diikuti oleh beberapa Negara.

laporan-od-dk-kepada-rakyaat-sulut10
PENDIDIKAN PELATIHAN DAN KEPEGAWAIAN:
Untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dijabarkan sebagai berikut :
1.Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pola Kemitraan dengan Kab/Kota se Provinsi Sulawesi Utara tahun 2016 dilaksanakan sebanyak 13 kegiatan diklat dengan total jumlah peserta sebanyak 509 orang peserta.
2.Diklat Prajabatan CPNS Kategori 2 dan Umum di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pola Kemitraan dengan Kab/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara sampai Agustus 2016 sebanyak 10 kegiatan diklat, dengan total jumlah peserta 1.386 peserta.
3.Diklat Teknis dan Fungsional telah dilaksanakan 4 kegiatan Diklat dengan jumlah peserta 141 ASN.
4.Terjaringnya 26 Orang Praja hasil seleksi yang melaksanakan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dari total 537 peserta yang mendaftar di tahun 2016.

Akhirnya, segala upaya melalui ide-pemikiran dan tenaga dengan kerja keras telah Kami kedepankan untuk membangun Provinsi Sulawesi Utara Tercinta pada enam bulan ini, dan secara umum harus diakui telah memberi kemajuan dan keberhasilan. Namun sangat disadari juga masih dijumpai program dan kegiatan yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Hal ini merupakan dinamika dalam setiap proses pembangunan, tetapi yang pasti setiap keberhasilan akan makin memotivasi Kita untuk terus berbuat dan berkarya bagi kemajuan daerah tercinta, dan setiap kegagalan dan kekurangberhasilan akan senantiasa menjadi pembelajaran yang berarti untuk perbaikan dan penyempurnaan di tahun-tahun mendatang. (Advetorial/Khay)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *