Banner Bawah Utama

KPU Bolmong Launching Tahapan Pilkada, Maleo Sebagai Maskot

KPU Bolmong Launching Tahapan Pilkada, Maleo Sebagai Maskot

Ketua KPU Bolmong Bersama Anggota KPU RI

Bolmong,PilarSulut.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow melaksanakan peluncuran tahapan Pilkada Bolmong 2017 secara resmi. Launching tahapan Pilkada di hadiri langsung oleh Komisioner KPU RI Arif Budiman sebagai Ketua Divisi perencanaan, Keuangan, dan Logistik.

Penjabat Bupati Bolmong Andianus Nixon Watung turut hadir bersama Mantan Bupati Bolmong Salihi Mokodongan. Begitupun Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling, Kapolres Bolmong, dan Dandim 1303.

Anggota KPU RI Arif Budiman Saat Menabu Kukulan Bersama Pejabat Bupati Bolmong
Anggota KPU RI Arif Budiman Saat Menabu Kukulan Bersama Pejabat Bupati Bolmong

Komisioner KPU RI Arif Budiman, secara spesial hadir membuka launching acara tahapan Pilkada yang bernuansa Adat Mongondow. Saat tiba di Kantor KPU Bolmong, setelah menempuh perjalanan kira-kira 4 jam dari Bandara Samratulangi Manado,  Arif jemputan secara adat oleh pemangku adat setempat.

Tak lama berselang, saat memasuki Lapangan Daagon tepat di depan Kantor KPU Bolmong, Arif kembali dijemput secara adat. Tangannya dijabat seorang pemangku Adat sembari merapalkan itu-itum dan odi-odi atau mantra dan doa-doa agar terhindar dari hal-hal yang jahat, dan bumbungan doa agar acara dapat berlangsung tanpa ada gangguan.

Ketua KPU Bolmong Saat Mendampingi Anggota KPU RI Arif Budiman Dalam Penyambutan Adat
Ketua KPU Bolmong Saat Mendampingi Anggota KPU RI Arif Budiman Dalam Penyambutan Adat

Tarian Tuitan diatrasikan sebagi ritual penjemputan selanjutnya sebelum Arif menaiki panggung, dirangkaian dengan Tarian Kabela beberapa saat setelah para tetamu dan undangan mengambil  tempat yang disediakan panitia pelaksana.

Ketua KPU Bolmong Fahmi Gobel secara resmi memperkenalkan maskot Pilkada Bolmong 2017, yakni burung Maleo. Sedangkan tema Pilkada yang diusung adalah; Menuju Pilkada Beradat, Beradab, dan Bermartabat.

Fahmi menjelaskan,  pihaknya sengaja memilih Maleo sebagai maskot Pilkada karena beberapa faktor, di antaranya faktor lingkungan dan pelestarian satwa dimana Meleo dipandang sebagai burung endemik Sulawesi yang dilindungi karena populasinya kian terancam. Maleo juga dipandang menggambarkan filosofi kekuatan, kemandirian, kecerdasan, dan kesetiaan.

Burung Maleo atau Tuangoi (bahasa Mongondow), kata Fahmi, cekatan dan pintar melindungi telurnya dari ancaman predator. Kakinya yang kokoh digunakan untuk menggali tanah atau bebatuan kerikil agar telurnya terlindung. Maleo juga cerdas membuat lubang samaran untuk mengelabui predator setelah menutupinya kembali. Itu dilakukan semata-mata untuk melindungi telurnya dari ancaman. Ketika meninggalkan telurnya di suatu tempat yang aman, burung Maleo tidak meninggalkannya begitu saja. Kecerdasannya mampu mengukur suhu tempat perlindungan telurnya agar terjaga. Induk Maleo juga sudah memberikan gizi dan kebutuhan protein di setiap telurnya, sampai telur itu menetas. Sehingga ketika saatnya tiba, saat menetas, anak burung Maleo sudah  langsung bisa terbang dan mencari makannya sendiri. Burung Maleo juga dikenal setia terhadap pasangannya karena setelah mendapatkan pasangannya, ia tidak akan menggantinya dengan yang lain.

Di penghujung acara, pemangku Adat dari wilayah Passi, ikut dihadirkan KPU Bolmong mementaskan Salamat yang merupakan bagian dari seni sastra budaya dan bahasa Adat Bolaang Mongondow. Termasuk pementasan Palakat atau pengumuman yang disampaikan lewat bahasa Mongondow.

Launching tahapan Pilkada dihadiri 675 personil PPK dan PPS serta ratusan undangan yang terdiri dari ragam kalangan, di antaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, personil KPU berbagai daerah di Sulawesi Utara, Budayawan, Tokoh Masyarakat, Adat, Agama, LSM, Pemuda, dan Politisi. (Adv/Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *