Banner Bawah Utama

Kotamobagu Kembali Ikuti Lomba WTN, Targetkan Piala WTN

Kotamobagu Kembali Ikuti Lomba WTN, Targetkan Piala WTN

Kotamobagu,PilarSulut.com – Untuk kedua kalinya Pemerintah Kotamobagu mengikuti Penilai lomba Nasional Wahana Tata Nugraha (WTN) pada tahun 2016, bila pada tahun 2015 kemarin Kotamobagu hanya mendapatkan Plakat WTN, atau jenis penghargaan kedua setelah sertifikat, dari Kementerian Perhubungan.

Kini Daerah yang tengah berbenah dari sisi tranportasi darat sedang berupaya untuk meningkatkan great penghargaan WTN ke level yang lebih tinggi lagi. Berdasarkan informasi yang diterima awak media pilarsulut.com, kemarin tim WTN Kemenhub tengah melakukan  penilaian fisik pelaksanaan transportasi maupun tata lalu lintas di Kota Kotamobagu.

Sleanjutnya tim Penilai Penghargaan Lomba WTN 2016 menggelar ekspose atau paparan hasil penilaian lapangan di Aula Rumah Dinas Walikota Kotamobagu.

Penilaian rutin yang dilakukan setiap tahunnya ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten/Kota yang mampu menata sarana dan prasarana transportasi publik dengan baik.

Ketua Tim Penilai Lapangan penilai WTN Kemenhub, Yusuf Nugroho, ST.,MT dalam paparannya menyampaikan maksud dari kegiatan ini adalah untuk membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan serta untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan yang handal, berkelanjutan dan  menjamin ekuitas hak pengguna jalan.

Dari hasil penilaian lapangan untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) secara umum sudah cukup baik meskipun masih terdapat sejumlah kendaraan AKDP yang tidak memasang papan trayek dan masa uji berkalanya telah habis. Selanjutnya untuk angkutan dalam kota disarankan untuk segera mempersiapkan oprasional Bus Rapid Transit (BRT), sehingga masyarakat secara perlahan akan terbiasa dengan trannportasi BRT, “tegas Yusuf.

Selain itu fasilitas pejalan kaki (trotoar) juga dalam kondisi yang baik dengan kelandaian yang sesuai di berbagai lokasi, fasilitas penyeberangan orang (zebra cross) juga sudah baik namun harus dilengkapi dengan rambu peringatan serta petunjuk penyeberangan.

“Saya menyarankan agar tidak membiarkan pemanfaatan jalan diluar kepentingan lalu lintas, keculai untuk hal-hal tertentu berdasarkan izin, contohnya seperti trotoar untuk pejalan kaki tidak diperbolehkan untuk pedagang kaki lima,”Ujar Yusuf

Walikota Kotamobagu Ir. Tatong Bara dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Tim Penilai atas berbagai masukan. Pemerintah Kota Kotamobagu sejak mengikuti lomba WTN tahun Tahun 2015 terus berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana transportasi yang ada di Kota Kotamobagu.

“Plakat WTN yang diterima Tahun 2015 menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja dibidang transportasi terutama berkaitan dengan penyedian sarana dan prasarana transporatsi yang aman, nyaman, handal dan berkelanjutan” terang Walikota.

Walikota juga berharap Kepada Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Bolmong untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terutama tentang masalah rambu-rambu karena tidak jarang banyak masyarakat yang masih belum paham. “Diharapkan masyarakat menjadi tahu akan pentingnya rambu-rambu lalu lintas dan rambu-rambu tidak sekedar menjadi pajangan dan aksesoris,”

Selain itu Tatong juga menanggapi tentang beberapa rambu lalu lintas yang tidak terlihat karena tertutup dengan pohon. Hal ini terjadi karena pada saat dipasang pohon masih belum tumbuh menutupi rambu. “Hal ini memang harus dikontrol lagi,” jelasnya.

“Mudah-mudahan hasil penilaian WTN tahun ini bagus, kebersihan bagus dan Kotamobagu tidak hanya mendapatkan plakat, akan tetapi Piala WTN,” harap Walikota.

Terpisah Kepala Dinas Hubbudparkominfo Moch Agung Adati.,ST., M.Si menyampaikan penghargaan WTN ini merupakan bentuk aspirasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang memiliki kepedulian terhadap ketertiban lalu lintas dan angkutan. “Kami telah melakukan perbaikan-perbaikan fisik, sehingga diharapkan di tahun 2016 ini Kota Kotamobagu dapat meraih piala Wahana Tata Nugraha 2016,” harap Agung. (**)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *