Banner Bawah Utama

Sekprov Mokodongan Sebut Narkoba dan HIV/AIDS Sudah jadi Masalah Umum

Sekprov Mokodongan Sebut Narkoba dan HIV/AIDS Sudah jadi Masalah Umum

Manado, Pilarsulut.com – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Ir Siswa R Mokodongan menyatakan, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya (Narkoba) serta masalah HIV/AIDS dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya telah menjadi masalah internasional, nasional, bahkan telah menembus tatanan kehidupan masyarakat lokal di daerah termasuk Sulut.

Pernyataan Sekprov tersebut disampaikan Karo Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dr Bahagia Mokoagow saat membuka kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS di ruang Mapaluse, selasa (26/07).

“Kompleksitas permasalahan ini telah menjadi ancaman terhadap tatanan kegidupan masyarakat, bangsa dan negara serta dapat melemahkan ketahanan nasional yang dapat menghambat jalannya pembangunan,” kata Mokoagow.

Kecenderungan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga daya toleran (penyesuaian) dan habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi. Ketiga sifat itulah yang menyebabkan pemakai narkoba tidak bisa lepas dari cengkeramannya. Disisi lain, menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun kesehatan.

Olehnya, dalam konteks itulah, diperlukan upaya pencegahan dalam penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS, yang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggungjawab kita bersama segenap lapisan masyarakat, keluarga, LSM, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya, di samping layanan pengobatan dan perawatan.

“Disadari bersama, saat ini konsumsi narkoba cenderung menjadi gaya hidup pada sebagian orang terutama generasi muda, jelasnya. Karena itu menjadi harapan, melalui momentum ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta masalah HIV/AIDS, dengan senantiasa mengedepankan aspek kemanusiaan, supremasi hukum, nilai-nilai moral, etika dan agama,” tandas Mokodongan seperti dituturkan Mokoagow.

Ditambahkan Kabag fasilitasi Sosial dan Keagamaan, Olga Saisab SSos, maksud dari kegiatan itu, untuk mengadakan evaluasi sejauh mana strategi penanggulangan narkoba dan HIV/ADIS diimplementasikan kepada masyarakat, serta mengadakan sosialisasi kepada lembaga pemerintah dan LSM yang terkait tentang kinerja dan persoalan yang dihadapi serta langkah solusinya.

Hadir sebagai narasumber, Kepala BNN Provinsi Sulut Kombes Pol. Drs Sumirat Dwiyanto MSi, Sekretaris KPA Sulut dr MSJ Tangel Kairupan serta Karo Kesra sendiri. Pesertanya dari SKPD terkait serta LSM peduli narkoba dan HIV/AIDS. (*)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *