Banner Bawah Utama

Menpar Minta Objek Wisata Bunaken Terbebas dari Sampah

Menpar Minta Objek Wisata Bunaken Terbebas dari Sampah

Manado, Pilarsulut.com – Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, meminta pemprov Sulut untuk memperhatikan Bunaken sebagai salah satu icon pariwisata Sulawesi Utara agar dari sampah. Permintaan Menpar itu disampaikan pada saat menutup pelaksanaan festival pesona Bunaken, sekaligus membuka fastival pangan non beras Sulut di Manado Town Square (Mantos), Jumat (29/07).

“Saya minta Gubernur Sulut harus dibantu oleh Walikota Manado dalam upaya membersihkan objek wisata Bunaken, agar benar-benar menjadi bersih dan terbebas dari berbagai jenis sampah,”, ujar Arief Yahya sembari menyebutkan, inilah salah satu penyebab sehingga bunaken tidak masuk 10 destinasi daerah tujuan wisata di Indonesia, karena sangat kotor.

Untuk itu, kita harus mendukung geliat keberhasilan pariwisata Sulut, yang di motori Gubernur dan Wagub Sulut . Walaupun baru beberapa bulan memimpin daerah ini, tapi telah berhasil  mendatangkan ribuan wisatawan asing dari Tiongkok (China).  Kedua pemimpin baru Sulut ini sangat memahami benar membangun daerah lewat sektor pariwisata masih lebih mudah ketimbang lewat sektor-sektor lainnya.

“Sehingga pemerintah pusat patut memberikan apresiasi positif kepada Pak Gubernur, Olly Dondokambey dan wakil Gubernur, Steven Kandouw,” terangnya.

Selanjutnya, bersamaan dengan penutupan festival Bunaken ini, juga dibuka festival pangan non beras. Ini merupakan gabungan festival parekraf, sebut salah satu Menteri Pariwisata terbaik di Asia Tengara ini. Karena wisata kuliner sangat cepat mendapatkan devisa, dan paling banyak dikunjugi wisatawan.

“Saya minta Gunernur menyurat di Kementerian Parekraf sehingga bisa menunjang wisata kuliner didaerah ini, tapi juga saya juga mohon para Bupati/Walikota se-Sulut dapat menunjang program Gubernur ini dengan memfasilitasi setiap kunjungan wisatawan ke daerah Sulut. Ini penting sekali, agar geliat kepariwisataan Sulut benar-benar terlihat kemajuannya. Kementerian yang dipimpinnya pun tidak akan tinggal diam melihat keberhasilan pariwisata di Sulut ini, lewat Deputy-deputy yang ada nantinya akan membatunya,” kata Yahya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokabey SE menyatakan, saat ini Sulut dibanjiri ribuan turis China, dengan dibukanya Chater Flight penerbangan lansung dari beberapa kota di negara “Tirai Bambu” ke Manado, telah memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut. Mudah-mudahan melalui kunjungan wisatawan China ini, akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulut.

“Pemprov hanya membuka jalan tapi yang menikmati hasilnya berupa pajak adalah pemerintah Kabupaten/Kota itu sendiri,” katanya.

Karena itu saya berharap, kebangkitan pariwisata ini bisa berjalan terus dan bisa terwujud selama lima tahun kepemimpinan saya dan Pak Wagub Steven Kandouw, sembari berharap adanya perhatian khusus dari Menteri Pariwisata, dalam mempromosikan berbagai destinasi wisata Bumi Nyiur Melambai, lebih khusus bunaken sebagai icon wisata Sulut ke mancanegara.

Selain itu, Gubernur juga minta agar masyarakat Sulut dapat membuka diri, sehingga banyak kunjungan wisatawan yang datang di daerah ini, sekaligus dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan yang ada lewat program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Turut hadir, Wagub Sulut Drs Stven Kandouw, Bupati Minsel Tety Paruntu, Bupati Minahasa Jantje Sajow Bupati Bolsel Herson Mayulu, Walikota Bitung Max Lomban, Wawali Manado Mor Bastian serta Wabup Minsel, dan Kadis Budpar Happy Korah. (*)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *