Banner Bawah Utama

ISIS Jajakan Budak Seks Lewat WhatsApp

ISIS Jajakan Budak Seks Lewat WhatsApp

Internasional, Pilarsulut.com – Warga Yazidi terus-menerus dicemooh oleh ISIS. Berbagai cara dilakukan kelompok militan itu untuk mengeruk keuntungan dari penderitaan perempuan Yazidi. Ribuan dari mereka diculik dari rumahnya dan dijadikan budak seks.

Kali ini terkuak fakta bahwa ISIS menggunakan metode baru untuk membuat korbannya menghasilkan uang. Mereka menjualnya lewat aplikasi perpesanan di ponsel pintar, seperti Telegram yang terkenal di Timur Tengah dan WhatsApp yang lebih mendunia.

“Perawan, cantik, 12 tahun. Harganya telah mencapai USD12.500 atau Rp dan dia segera terjual dalam waktu dekat,” isi salah satu iklan singkat yang tersebar dalam bahasa Arab di WhatsApp, seperti dilansir Metro, Jumat (8/7/2016).

Pesan bernada menjual itu dikirim beserta foto dan video yang menampilkan gadis dimaksud sedang duduk di tengah-tengah anak kucing, senjata, dan perlengkapan taktis militer lainnya.

Diperkirakan ada lebih dari 3.000 budak seks yang diperdagangkan ISIS melalui aplikasi ponsel pintar semacam itu. Guna menjaga keamanan para sandera tersebut, ISIS juga mendata nama-nama pemilik budak yang dijualnya untuk mencegah mereka kabur.

Dikabarkan jika tuannya sudah bosan dengan si budak seks, mereka juga bisa diperdagangkan kembali ke militan-militan lain yang berminat. Penjualan itu pun melalui aplikasi serupa.

Aktivis suku minoritas Yazidi mencatat, di antara ribuan warga yang masih ditahan, ada 134 orang berhasil dibebaskan dalam kurun waktu sebulan. Namun lama-kelamaan, proses pembebasannya semakin sulit. Jumlah yang berhasil diselundupkan berkurang drastis menjadi hanya 39 dalam waktu enam minggu.

“Mereka mendata setiap budak, semua orang di bawah nama pemiliknya dan jika salah seorang saja kabur, setiap militan Daesh (sebutan lain militan ISIS) yang mengontrol pos pemeriksaan akan menyebarkan informasi itu (sehingga mereka tidak akan dengan mudah melewati pos penjagaan),” kata Mirza Danai, pendiri organisasi nirlaba Luftbrucke Irak.

Kepada awak media, pengelola WhatsApp dan Telegram berkomitmen tidak akan menoleransi konten bermuatan kekerasan seperti itu dalam aplikasinya.

“Kami mengimbau pengguna untuk memanfaatkan sarana pelaporan kami jika menemukan pesan semacam itu (dari ISIS),” ujar Juru Bicara WhatsApp, Matt Steinfeld.

Sumber: Okezone

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *