Banner Bawah Utama

FIF Group Unit Boroko Dituding Merampas Hak konsumen

FIF Group Unit Boroko Dituding Merampas Hak konsumen
Bolmut, Pilarsulut.com – Perusahaan jasa pembiayaan FIF Group unit Boroko, kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Dituding oleh salah satu konsumennya telah merampas hak konsumen, yakni mengambil paksa barang kreditan dengan perjanjian milik konsumen yang dibiayai pihak  FIF Group unit Boroko.
Menurut penuturan konsumen yang tidak ingin disebutkan namanya kepada media ini, Rabu (22/06), memang dirinya belum membayar uang setoran selama 2 bulan, tapi diakuinya bahwa dirinya telah meminta kebijakan pihak FIF Group untuk memberikan tenggang waktu pembayaran tunggakan.
“Namun saya sudah mengeluh dan meminta tenggang waktu kepada pihak FIF Group untuk melunasinya, tetapi tidak dibijaki. Bahkan sayapun sudah mengakui bahwa ini tidak disengaja tetapi saya masih menunggu gaji yang masih tertunda sudah beberapa bulan ini, dan saya sudah janji untuk membayarnya,” kata Konsumen FIF yang enggan namanya dipublish.
Ditambahkan konsumen tersebut, Dia sangat menyesalkan tindakan pihak FIF Group yang langsung mengambil tindakan tanpa ada kejelasan yang tepat dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saya bukan menuntut barang yang ditahan, tetapi yang saya sangat sesalkan adalah kebijakannya yang tidak sesuai aturan.” keluh konsumen FIF tersebut menambahkan.
Sementara itu, pihak FIF Group ketika dikonfirmasi di kantornya melalui salah satu karyawannya, Alfian, terkait laporan salah satu warga yang menuding pihaknya melakukan perampasan hak konsumen, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan perintah langsung dari pusat karena konsumen tersebut tidak punya itikad baik untuk melunasi tunggakannya, ungkap Fian.
“Kami hanya menjalankan perintah atasan kami,” singkat Fian.

Dilain pihak, Kepala Dinas Perindagkop Dr Uteng Datungsolang, M.Si, saat dikonfirmasi via telepon seluler, mengatakan bahwa pihak FIF Group sangatlah keliru. Menurutnya, apa yang dikatakan pihak FIF Group kepada konsumen tidaklah benar.

“Saya sangat mengecam keras perlakuan tersebut karena tidak sesuai aturan,” ketus Uteng. (Amad/Eby)

 

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *