Banner Bawah Utama

Bantu Korban Longsor, Wakil Wali Kota Tomohon Turun ke Jalan Ajak Warga Kumpulkan Koin

Bantu Korban Longsor, Wakil Wali Kota Tomohon Turun ke Jalan Ajak Warga Kumpulkan Koin

Tomohon, Pilarsulut.com – Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara membuat ratusan rumah rusak serta beberapa warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Guna membantu para korban bencana itu, Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly A Sompotan turun ke jalan. Dia ikut serta mengumpulkan koin bagi korban bencana di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Aksi Syerly mengundang perhatian masyarakat. Kompleks Dimpang Tiga Patung Tololiu yang menjadi lokasi kegiatan sempat macet. Koin rupiah pun mengalir dari masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Tanpa malu-malu, orang nomor dua di ‘Kota Bunga’ Tomohon ini memegang kotak sumbangan. Beberapa kali dia terlihat menyambut sumbangan yang diberikan warga sambil tak lupa mengucapkan terima kasih.

Warga memberikan apresiasi dengan kegiatan simpatik dari Syerly ini. Ketua DPD Pemuda KNPI Sulawesi Utara, Jackson Kumaat mengaku salut dengan sisi humanisme yang ditampilkan Syerly.

“Saya mendukung apa yang dilakukan Wakil Wali Kota Tomohon. Meski telah menyumbang secara pribadi, dia masih mau turun ke jalan untuk membantu korban bencana. Saya kira ini sisi positif seorang pejabat yang harus ditiru oleh pejabat-pejabat yang lain yaitu bisa meninggalkan sejenak fasilitas nyaman mereka demi membantu masyarakat,” tutur Kumaat, Senin (27/6/2016), seperti dilansir okezone.com

Seperti diketahui, bencana banjir, tanah longsor dan gelombang pasang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Ada enam kecamatan yang ditimpa bencana tersebut yakni Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Manganitu, Kendahe , Tamoko, Manganitu Selatan dan Tatoareng.

Sekira 133 unit rumah rusak berat, 23 unit rusak sedang dan 69 unit rusak ringan. Selain itu, empat jembatan rusak serta ruas jalan 2 km di dua Kecamatan masing-masing 1 km, mengakibatkan dua kelurahan terisolir.

Fasilitas pemerintah, satu unit sekolah rusak berat dan tiga unit sekolah tergenang tanah longsor serta dua unit rumah ibadah rusak berat. Lalu satu pasar rusak berat.

Atas bencana tersebut, Pemkab setempat sudah mengeluarkan SK Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Gelombang Pasang selama 14 hari sejak 21 Juni hingga 4 Juli 2016.

Sumber: Okezone.com

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *