Banner Bawah Utama

Aleg Dan HMI Kecam Pemadaman Diawal Ramadhan

Aleg Dan HMI Kecam Pemadaman Diawal Ramadhan

Bolmong,PilarSulut.com – Entah alasan apa lagi yang akan disampaikan oleh Perusahan Listrik Negara (PLN) cabang Kotamobagu atas pemadaman tanpa pemberitahuan yang dilakukan malam tadi sejak pukul 19.00 sampai 20.30 di sejumlah wilayah. Yang saat bersamaan umat Islam BMR sedang menunggu pengumuman 1 Ramadhan 1437 H. Senin (5/6)

Atas kejadian tersebut kecaman datang dari Anggota Legislatif  Swempry Rugian dan Aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) BMR Sutrisno Tola. Menurut Swempry harusnya kejadian tersebut tidak terjadi.

“Sebagai perwakilan masyarakat kami minta pihak PLN untuk menghormati ibadah saudarah umat muslim di bulan ramadhan dengan tidak mematikan listrik, terlebih pemadaman tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,”Tegas Swempry.

Lanjutnya “Kalaupun harus ada pemadaman harus disertai dengan alasan yang logis, dan tidak dibuat – buat. Dan ada pemberitahuan sejak 3 hari sebelumnya di media cetak dan elektronik. Jika itu tidak dilakukan maka kami sebagai representative masyarakat siap memberikan punishment  bagi pihak PLN,”Kata Swempry yang tercatat sebagai politisi PDI-Perjuangan Kabupaten Bolmong.

Ditempat terpisah ketua Umum HMI BMR mengutuk keras tindakan yang dilakukan PLN dengan melakukan pemadaman saat awal umat muslim Kotamobagu dan BMR sedang melakukan sholat Isya dan Tharawi.

“Ini tindakan yang tidak boleh dibiarkan, setiap bulan ramadhan PLN selalu melakukan pemadaman, tanpa alasan yang logis. Ingat jangan fikir ini bulan ramadhan lantas kami dapat bersabar dengan  sikap yang tidak menghormati,”Tegas Sutrisno.

Lanjutnya jika ada kerusakan kenapa harus terjadi saat ramadhan, “Jelas alasannya kali ini bukan lagi soal kekurangan debit air, karena hampir 2 bulan ini intensitas curah hujan sangatlah tinggi, dan ini tidak hanya ada di wilayah Kotamobagu. jadi alasan apa lagi yang akan katakan manajemen PLN,”Terang Sutrisno.

Lebih lanjut ia kembali menegaskan “Jika pemadaman ini kembali berlanjut, maka kami siap menduduki kantor PLN, kami angkap ini bentuk penindasan yang sistematis. Sehingga harus dilawan dengan cara yang sistematis dan keras,”Tutup Sutrisno. (Abdi)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *