Banner Bawah Utama

Pemkab Bolmut Sosialisasikan Kebijakan Transfer Dana Desa

Pemkab Bolmut Sosialisasikan Kebijakan Transfer Dana Desa

Bolmut, Pilarsulut.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Drs. Hi. Depri Pontoh secara resmi membuka sosialisasi Kebijakan Transfer Dana Desa ke daerah. Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung  di Gedung Randy Grand Palace desa Langi.

Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Hibah Daerah Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Jamiat Aries Kalfat, SH., Kasubdit Pengembangan SDA Kawasan Perdesaan Wilayah IV Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Plt. Sekretaris Daerah Dr. Asripan Nani, M.Si, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati dan Pimpinan SKPD yang diikuti oleh para Camat, Kepala Desa dan Sekretaris Desa se kabupaten Bolmut.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka implementasi dari Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan aturan-aturan penggunaannya.

“Pemerintah pusat melalui instruksi Presiden telah merubah paradigma tentang desa, di mana desa merupakan pemerintahan terdepan dalam memajukan bangsa dan Negara, sehingga dana yang didapat oleh Desa sekarang ini sangat besar,” kata Bupati dalam Sambutannya.

Lanjut pontoh, untuk kabupaten Bolmut, di tahun 2016 menerima dana APBN sebesar Rp. 64.330.630.000 dan dana APBD sebesar Rp. 41.079.289.539. di mana totalnya mencapai Rp.105.409.919.539.

“Di tahun 2016, kabupaten Bolmut menerima dana APBN sebesar Rp. 64.330.630.000 dan dana APBD sebesar Rp. 41.079.289.539 sehingga totalnya mencapai Rp.105.409.919.539 yang akan dibagikan ke 106 desa yang ada,” tambah Pontoh.

Paradigma dan kondisi baru tersebut menuntut kita untuk mempersiapkan diri agar mampu mengubah sikap sebagai aparatur pemerintah dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi serta pelayanan prima.

“Saya menyambut baik pembekalan bagi pengguna maupun pengelola anggaran Dana Desa dan penyegaran bagi seluruh peserta, terutama pemerintahan desa dalam menghadapi proses panjang pembangunan daerah.” tutup Pontoh (Amad/Eby).

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *