Banner Bawah Utama

Talikuran, Kampung Bebas Miras Pertama di Sulut

Talikuran, Kampung Bebas Miras Pertama di Sulut

Kawangkoan, Pilarsulut.com – Kelurahan Talikuran Kec. Kawangkoan Utara dicanangkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw bersama Kapolda Sulut Drs Wilmar Marpaung SH dan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi sebagai Kampung Bebas Minuman Keras (Miras) pada Jumat, (4/3) pagi.

Bupati JWS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak Polda Sulut, Polres Minahasa dan jajaran Polsek yang telah membantu pemerintah untuk mewujudkan Minahasa aman, damai dan nyaman.

“Menurut JWS, pemerintah menginginkan kearifan lokal budaya minahasa terus dipertahankan, dimana salah satunya adalah proses pembuatan minuman beralkohol yang dikenal dengan nama Cap Tikus. Namun di satu sisi, dampak negatif yang ditimbulkan dari peredaran bebas Cap Tikus tetap harus dihilangkan,” ujarnya.

Sementara Kapolda Sulut dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif dan upaya jajaran Polres Minahasa termasuk Polsek Kawangkoan dan Pemkab Minahasa yang sudah menyatakan sikap untuk menjadikan desanya sebagai kampung bebas miras.

“Memang harus diakui bahwa data di kepolisian menunjukkan bahwa angka kriminalitas yang terjadi salah satunya disebabkan oleh pengaruh minuman keras. Ini membutuhkan keberanian dan kemauan yang kuat untuk secara bersama-sama melakukan pengendalian peredaran miras di desa dan kelurahan yang ada,” ungkap Marpaung.

Demikian pula Wagub Sulut, menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya untuk mengundang sebanyak mungkin investor yang dapat mengolah bahan Cap Tikus menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

“Rencananya kedepan Cap Tikus tidak lagi dijual di warung-warung namun masuk pabrik untuk diekspor. Mengenai ruang pasar Cap Tikus investornya sudah ada. Data sementara sudah ditampung sebanyak 50.000 liter Cap Tikus untuk diekspor, jadi nasib sekitar 40.000 petani Cap Tikus di Sulut tidak akan terabaikan. Menurut pengakuan para investor luar negeri, bahwa bahan dasar Cap Tikus yang biasa disebut Saguer dapat menghasilkan kadar alkohol yang lebih baik,” jelas Kandouw.

Desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai Kampung Bebas Miras adalah Kelurahan Talikuran (Kawangkoan Utara), Kelurahan Sasaran (Tondano Utara), Desa Tonsaru (Tondano Selatan), Desa Kayuroya (Lembean Timur), Desa Pahaleten (Kakas), Desa Taraitak (Langowan Utara), Desa Toure (Tompaso Barat), Desa Telap (Eris), Desa Rerer (Kombi), Desa Toure Satu (Tompaso Barat), Desa Rerer Satu (Kombi), Desa Tampusu (Remboken) dan Desa Panasen (Kakas Barat).

Hadir dalam acara ini, Forkopimda Sulut, Kepala BIN Sulut, Kepala BNN Sulut, jajaran Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa, para lurah dan hukum tua serta para tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. (Rommy)

Komentar Facebook

komentar

About The Author

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *